DURI – Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Peni Wulandari, menegaskan bahwa bullying memiliki dampak serius, baik secara psikologis maupun hukum, bagi pelaku maupun korban.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah yang digelar di SDN 29 Mandau, Jumat (19/9/2025).
Menurut Peni, upaya menghentikan perilaku bullying adalah tanggung jawab bersama semua pihak. “Pembentukan karakter anak merupakan hasil sinergi antara orangtua, guru, dan masyarakat.

Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama berperan besar dalam memberikan teladan, nilai moral, serta kebiasaan positif yang membentuk dasar karakter anak di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa peran guru tidak kalah penting. Guru berperan sebagai teladan, inspirator, sekaligus motivator dalam mendidik siswa tentang nilai moral, etika, serta keterampilan sosial seperti empati dan kerjasama.
Kepala Sekolah SDN 29 Mandau, Martini, S.Pd SD, berharap kegiatan ini mampu membuka pemahaman baru bagi para guru, orangtua, dan siswa. “Setelah sosialisasi ini, kami berharap seluruh pihak lebih sadar akan bahaya bullying dan dampak buruknya, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta penuh saling menghargai dan menyayangi,” kata Martini.
Sementara itu, para guru yang mengikuti kegiatan menilai sosialisasi ini sangat bermanfaat. Mereka mengaku banyak mendapatkan edukasi terkait pencegahan perundungan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 115 siswa dan sejumlah orangtua murid.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















