KEPRI – Lagu Segantang Lada merupakan salah satu karya musik Melayu yang hingga kini masih dikenal sebagai bagian dari kekayaan seni dan budaya masyarakat Kepulauan Riau.
Lagu ini tidak hanya menyuguhkan syair bernuansa Melayu, tetapi juga membawa pesan tentang kerinduan, kecintaan terhadap daerah asal, serta identitas masyarakat Melayu.
Di tengah perkembangan musik modern yang semakin cepat, lagu-lagu tradisional seperti Segantang Lada memiliki peran penting dalam menjaga hubungan generasi muda dengan akar budaya daerah.
Melalui lirik dan iramanya, pendengar diajak mengenal nama Kepulauan Riau, Pulau Bintan, serta kehidupan masyarakat Melayu yang dekat dengan tradisi sastra lisan dan ungkapan perasaan.
Segantang Lada dan Identitas Kepulauan Riau
Nama Segantang Lada memiliki hubungan kuat dengan Kepulauan Riau. Sebutan tersebut dikenal sebagai salah satu identitas yang melekat pada wilayah kepulauan tersebut.
Salah satu penggalan lagu yang paling dikenal menyebutkan “Segantang lada namanya Kepulauan Riau”. Kalimat tersebut secara langsung menghubungkan lagu dengan identitas daerah.

Kepulauan Riau sendiri merupakan wilayah yang memiliki banyak pulau dan sejarah panjang dalam perdagangan maritim. Lada juga menjadi salah satu komoditas yang memiliki hubungan dengan sejarah perdagangan di kawasan Melayu.
Karena itu, istilah Segantang Lada tidak hanya memiliki nilai estetika dalam sebuah lagu, tetapi juga berkaitan dengan sejarah dan identitas budaya masyarakat setempat.
Diciptakan Mohd Daud Kadir
Lagu Segantang Lada dikenal sebagai karya Mohd Daud Kadir, seniman yang berasal dari Daik, Lingga.
Karya tersebut kemudian semakin dikenal luas setelah dinyanyikan oleh A. Ramlie, penyanyi asal Singapura. Popularitas lagu ini tidak hanya berkembang di Kepulauan Riau, tetapi juga menjangkau masyarakat Melayu di Malaysia dan Singapura.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa musik Melayu memiliki ruang yang luas untuk menembus batas wilayah. Bahasa, melodi, dan tema yang digunakan membuat lagu Segantang Lada mudah diterima oleh masyarakat yang memiliki kedekatan budaya Melayu.
Lirik Menggambarkan Kerinduan
Salah satu kekuatan lagu Segantang Lada terdapat pada syairnya. Lagu ini menggunakan ungkapan yang sederhana untuk menggambarkan perasaan seseorang.
Unsur kerinduan menjadi salah satu tema yang menonjol. Perasaan terhadap seseorang yang dicintai disampaikan melalui bahasa Melayu yang lembut dan puitis.
Namun, makna kerinduan tersebut juga dapat dilihat dalam konteks yang lebih luas. Rasa rindu kepada seseorang dapat berjalan beriringan dengan rasa rindu terhadap kampung halaman dan daerah asal.
Penyebutan Kepulauan Riau dan Pulau Bintan membuat lagu ini tidak hanya berbicara mengenai hubungan antarmanusia, tetapi juga menghadirkan gambaran tentang tanah Melayu yang menjadi bagian dari identitas penciptanya.
Sarat dengan Nuansa Sastra Melayu
Lagu Segantang Lada juga memperlihatkan bagaimana tradisi sastra Melayu berkembang melalui musik.
Masyarakat Melayu memiliki tradisi panjang dalam menggunakan pantun, syair, gurindam, dan berbagai bentuk ungkapan untuk menyampaikan pesan. Tradisi tersebut kemudian turut memengaruhi perkembangan lagu-lagu Melayu.
Dalam Segantang Lada, pilihan kata yang sederhana tetapi penuh perasaan membuat lagu tersebut mudah diingat. Syairnya tidak menggunakan bahasa yang rumit, tetapi mampu menyampaikan rasa cinta dan rindu.
Inilah salah satu alasan lagu daerah tetap mempunyai tempat dalam kehidupan masyarakat meskipun musik modern terus berkembang.
Sejarah di Balik Istilah Segantang Lada
Istilah Segantang Lada juga memiliki cerita yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Kepulauan Riau.
Lada pada masa lalu merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di kawasan Melayu. Aktivitas perdagangan antarpulau membuat wilayah Kepulauan Riau memiliki hubungan erat dengan berbagai daerah di sekitar Selat Malaka.
Dalam berbagai sumber kebudayaan, istilah Segantang Lada kemudian berkembang menjadi julukan yang berkaitan dengan Kepulauan Riau.
Ada pula cerita tradisional yang mengaitkan istilah tersebut dengan banyaknya pulau yang terdapat di wilayah Kepulauan Riau.
Beragam cerita mengenai asal-usul istilah tersebut menjadi bagian dari kekayaan folklor masyarakat setempat.
Karena memiliki beberapa versi cerita, sejarah istilah Segantang Lada sebaiknya dipahami sebagai bagian dari perjalanan budaya dan tradisi masyarakat Melayu yang berkembang dari generasi ke generasi.
Pernah Dipopulerkan A. Ramlie
Popularitas Segantang Lada semakin luas setelah lagu tersebut dibawakan oleh A. Ramlie.
Pada era perkembangan musik Melayu di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Singapura, karya-karya musik dengan bahasa serta nuansa Melayu memiliki pasar pendengar yang luas.
Segantang Lada menjadi salah satu lagu yang ikut dalam perjalanan tersebut. Melodinya yang khas dan syairnya yang mudah diingat membuat lagu ini terus dikenal oleh masyarakat.
Lagu tersebut juga tercatat dalam rekaman A. Ramlie yang dirilis pada 1975.
Pesan tentang Cinta terhadap Tanah Melayu
Di balik syair tentang kerinduan, Segantang Lada menyimpan pesan mengenai pentingnya mencintai daerah asal.
Penyebutan Kepulauan Riau menjadi pengingat bahwa sebuah lagu dapat menjadi media untuk memperkenalkan daerah dan identitas masyarakat kepada orang lain.
Lagu daerah pada dasarnya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Di dalamnya dapat terdapat sejarah, bahasa, nilai sosial, dan gambaran kehidupan masyarakat pada suatu masa.
Karena itu, memperkenalkan kembali Segantang Lada kepada generasi muda menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya.
Penting Dikenalkan kepada Generasi Muda
Generasi muda saat ini memiliki akses yang sangat luas terhadap musik dari berbagai negara. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelestarian musik tradisional.
Lagu seperti Segantang Lada dapat diperkenalkan melalui sekolah, sanggar seni, festival budaya, pertunjukan musik, hingga berbagai platform digital.
Pemanfaatan teknologi juga memungkinkan lagu-lagu daerah diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik.
Aransemen baru dapat dibuat tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya yang terkandung di dalam karya aslinya.
Dengan cara tersebut, lagu tradisional tidak harus berhenti sebagai kenangan masa lalu. Lagu daerah dapat terus hidup dan dinikmati oleh generasi baru.
Segantang Lada Bukan Sekadar Lagu
Segantang Lada pada akhirnya bukan hanya sebuah lagu Melayu yang berisi syair tentang perasaan. Di dalamnya terdapat gambaran tentang identitas daerah, sejarah, tradisi sastra Melayu, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.
Keberadaan lagu ini menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya Indonesia sangat luas dan setiap daerah memiliki karya seni yang menyimpan cerita tersendiri.
Bagi masyarakat Melayu, khususnya di Kepulauan Riau, Segantang Lada menjadi salah satu karya yang dapat terus dikenalkan sebagai bagian dari warisan budaya.
Melestarikan lagu daerah tidak selalu harus dilakukan melalui cara yang besar. Menyanyikannya, mengenalkan sejarahnya, mempelajari maknanya, dan memperkenalkannya kepada generasi berikutnya merupakan langkah sederhana yang dapat menjaga warisan tersebut tetap hidup.
Di tengah perubahan zaman, lagu seperti Segantang Lada menjadi pengingat bahwa identitas budaya tidak hanya tersimpan dalam buku sejarah, tetapi juga dapat hidup melalui suara, syair, dan ingatan masyarakat.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












