DURI – ODGJ di Mandau kembali menimbulkan keresahan. Insiden terbaru, seorang ODGJ merusak MCB lampu jalan yang baru dipasang Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis.
Akibatnya, penerangan jalan dari simpang Mancy hingga Nusantara 3 padam sebelum sempat dinikmati masyarakat.Kasus ini bukan pertama kali terjadi.Rabu, (27/08/2025).
Fasilitas umum kerap menjadi sasaran ulah ODGJ, penerangan jalan. Pertanyaannya: di mana peran Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis?
Menangani ODGJ bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. ODGJ yang dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan bisa membahayakan diri sendiri, orang lain, bahkan mengganggu ketertiban umum. Jika kondisi ini terus diabaikan, bukan hanya fasilitas publik yang jadi korban, tetapi juga keamanan warga akan terancam.
Masyarakat sudah berkali-kali menyuarakan keresahan ini. Namun, yang tampak hanya reaksi parsial, bukan langkah nyata yang berkesinambungan. Dinas Sosial seharusnya tidak menunggu laporan warga setiap kali ada kasus.

Penanganan ODGJ harus sistematis, mulai dari pendataan, pembinaan, hingga koordinasi dengan instansi kesehatan dan kepolisian.
Pemkab Bengkalis, melalui Dinas Sosial, perlu segera membuktikan kehadirannya.
Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang karena dianggap hanya bisa menyusun program di atas kertas tanpa tindakan di lapangan.
ODGJ memang manusia yang butuh perlindungan, tetapi masyarakat juga berhak atas keamanan dan fasilitas umum yang layak.
Diam bukanlah solusi. Saatnya Dinas Sosial bergerak, sebelum keresahan ini berubah menjadi persoalan yang lebih besar.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















