DURI – Pekanbaru merupakan ibu kota Provinsi Riau yang memiliki sejarah panjang dan peran strategis sejak masa kerajaan hingga era modern. Kota yang kini dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa di Pulau Sumatra ini berawal dari sebuah kawasan pelabuhan kecil di tepi Sungai Siak yang ramai oleh aktivitas jual beli.
Nama Pekanbaru berasal dari kata “pekan” yang berarti pasar. Pada awal abad ke-18, kawasan ini berkembang sebagai tempat berkumpulnya para pedagang dari berbagai daerah untuk melakukan transaksi. Pasar tersebut kemudian dikenal sebagai Pekan Baharu atau pasar yang baru, sebagai pembeda dari pasar lama yang sebelumnya ada di wilayah Senapelan.

Keberadaan pasar ini tidak terlepas dari peran Kerajaan Siak Sri Indrapura. Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah memindahkan pusat kegiatan ekonomi ke wilayah Senapelan sekitar tahun 1719. Sejak saat itu, kawasan ini tumbuh pesat dan menjadi titik penting dalam jalur perdagangan sungai.
Perkembangan Pekanbaru dari Masa ke Masa
Pada masa penjajahan Belanda, Pekanbaru semakin berkembang sebagai pusat administrasi dan perdagangan. Letaknya yang strategis di jalur Sungai Siak menjadikan kota ini penghubung penting antara wilayah pedalaman dan pesisir timur Sumatra. Infrastruktur mulai dibangun, termasuk pelabuhan dan jalan penghubung antardaerah.
Setelah Indonesia merdeka, Pekanbaru mengalami perkembangan signifikan. Pada tahun 1959, Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Riau, menggantikan Tanjung Pinang.
Sejak saat itu, pembangunan di berbagai sektor terus digencarkan, mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga ekonomi.
Masuknya industri minyak dan gas pada era 1960-an turut mendorong pertumbuhan ekonomi Pekanbaru. Kota ini menjadi magnet urbanisasi dan berkembang menjadi kota multikultural dengan beragam suku dan budaya yang hidup berdampingan.
Fakta Menarik tentang Kota Pekanbaru
Salah satu fakta menarik Pekanbaru adalah julukannya sebagai “Kota Bertuah”, singkatan dari Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman, dan Harmonis. Julukan ini mencerminkan harapan masyarakat terhadap tata kehidupan kota yang nyaman dan religius.
Pekanbaru juga dikenal sebagai kota dengan pertumbuhan penduduk yang cepat di Sumatra.
Hal ini dipengaruhi oleh peluang kerja dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang. Selain itu, Pekanbaru memiliki sejumlah ikon, seperti Masjid Raya An-Nur, yang sering disebut sebagai “Taj Mahal-nya Riau”.
Dari sisi budaya, Pekanbaru kental dengan tradisi Melayu yang masih dijaga hingga kini. Nilai adat, bahasa, serta seni budaya Melayu menjadi identitas kuat yang membedakan Pekanbaru dengan kota besar lainnya.
Sejarah Kota Pekanbaru tidak hanya mencerminkan perjalanan sebuah kota, tetapi juga menggambarkan dinamika perdagangan, budaya, dan pembangunan di Riau. Dari sebuah pasar kecil di tepi Sungai Siak, Pekanbaru kini menjelma menjadi kota modern yang terus tumbuh tanpa meninggalkan akar sejarah dan budaya Melayunya.*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















