RIAU – Sleep call kini tengah naik daun di antara banyak pasangan, terutama yang sedang menjalin hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR).
Meski bisa mendekatkan Anda dengan orang terkasih, apakah kebiasaan saling bertelepon hingga tertidur ini punya dampak buruk bagi kesehatan? Simak informasi berikut untuk jawabannya.

Sederhananya, sleep call adalah kebiasaan saling melakukan panggilan suara atau video (video call) dengan pasangan sampai salah satu atau keduanya tertidur pada malam hari.
Kebanyakan orang yang melakukan hal ini akan membiarkan panggilan telepon tetap menyala sepanjang malam hingga bangun keesokan paginya.
Telepon sampai ketiduran ini biasa dilakukan oleh dua orang yang berpacaran, mereka yang PDKT lewat telepon, atau pasangan suami-istri agar tetap terhubung selama LDR.
Manfaat untuk pasangan LDR
Banyak pasangan menyatakan kebiasaan sleep call bermanfaat untuk memberikan rasa nyaman dan meningkatkan kebersamaan saat menjalin hubungan jarak jauh.
Karena itulah,dipercaya menjadi salah satu cara membuat pasangan LDR tetap awet.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nursing in Critical Care (2024) juga menyebutkan bahwa mendengarkan rekaman suara dari orang terkasih bisa membantu menurunkan tingkat kecemasan.
Karena itulah, beberapa orang mungkin merasa bisa tidur lebih nyenyak setelah telepon dengan pasangan.
Meski layar tidak memberikan interaksi yang sama seperti saat bertemu tatap muka, komunikasi melalui sleep call tetap dinilai bisa membantu mempertahankan suatu hubungan.
Sumber Hallo Dokter
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















