RIAU – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban terakhir bencana tanah longsor di Dusun Aek Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025).
Tim mengevakuasi korban atas nama Ama Heni alias Buala Gulo (60) dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 15.50 WIB.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyampaikan bahwa personel Basarnas Pekanbaru langsung bergabung dengan unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian di lokasi longsor sejak menerima laporan.

Setelah menemukan korban, tim segera mengevakuasi jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga.
Budi menjelaskan, pada Senin (1/12/2025), Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa satu keluarga berjumlah empat orang tertimbun longsor di Dusun Aek Pardomuan. Namun, saat itu tim masih memfokuskan pencarian korban di Dusun Durian, Desa Batu Godang.
Setelah menyelesaikan operasi di Dusun Durian pada pukul 13.00 WIB, warga lebih dulu menemukan tiga korban di Dusun Aek Pardomuan dengan bantuan alat berat excavator milik perusahaan tambang setempat, lalu Tim SAR Gabungan menerima laporan tersebut.
Tim kemudian langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar satu jam perjalanan.
Setibanya di lokasi, tim melanjutkan pencarian satu korban yang masih tertimbun hingga sore hari, namun belum membuahkan hasil. Pencarian akhirnya membuahkan hasil keesokan harinya dengan ditemukannya korban terakhir.
Adapun data korban tanah longsor di Dusun Aek Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapsel, Sumatera Utara, Meninggal Dunia sebagai berikut
• Ama Heni alias Buala Gulo (60) (kakek) Sarila Napitupulu (53), (nenek),Vincentius Gulo (20) – laki-laki (anak) ,Kalista Gulo (3) – perempuan (cucu).
Setelah menemukan seluruh korban, Tim SAR Gabungan secara resmi menutup operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) bencana tanah longsor di Dusun Aek Pardomuan, Desa Batu Godang.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















