DURI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI HW mengakhiri program pengabdian mereka dengan menggelar sosialisasi pencegahan pergaulan bebas, menggandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis (Komnas PA) sebagai narasumber. Kegiatan ini berlangsung di SMPN 5 Bathin Solapan dan diikuti 620 siswa.
Ketua Komnas PA, Peni Wulandari, mengapresiasi inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab semua pihak. Saatnya kita bersama memetakan kasus dan permasalahan, agar pencegahan bisa dilakukan secara holistik, komprehensif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala SMPN 5 Bathin Solapan, Sodikun, berharap kegiatan serupa terus berlanjut. “Kehadiran Komnas PA memberikan wawasan berharga bagi siswa. Semoga kerjasama seperti ini berkesinambungan, sehingga anak-anak mendapatkan informasi langsung dari berbagai lembaga dan instansi,” tuturnya.

Perwakilan mahasiswa KKN, Eka Aprilia Pratiwi, mengungkapkan rasa syukur dapat menghadirkan Komnas PA di hadapan siswa SMP.
“Perlindungan anak bukan sekadar teori di buku, tapi napas dalam kehidupan sehari-hari. Rasanya seperti menanam benih kecil yang suatu hari akan tumbuh menjadi pohon keberanian dan kebaikan,” ungkapnya.
Ia berharap materi yang disampaikan tidak hanya berhenti di ruang kelas.
“Semoga ilmu ini dibawa pulang, dibagikan ke teman, keluarga, dan lingkungan. Jika setiap anak tahu cara melindungi diri dan menghargai orang lain, kita sedang membangun Indonesia yang lebih aman dan penuh kasih sayang,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















