RIAU – Penyanyi internasional Melly Mike tiba di Pekanbaru dan langsung disambut meriah ratusan penggemar di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Kehadirannya di Riau untuk menghadiri Festival Pacu Jalur Nasional 2025 di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kuantan Singingi.
Sejak siang, para penggemar sudah memadati area bandara untuk menunggu idolanya. Begitu Melly Mike melangkah keluar dari terminal kedatangan, sorak sorai dan teriakan histeris langsung menggema. Banyak penggemar berebut mengabadikan momen dengan ponsel, menciptakan suasana penuh antusias.

Sebagai sambutan resmi, Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rahmat, bersama EGM Angkasa Pura II Pekanbaru, Oky, menyematkan tanjak Melayu di kepala Melly Mike. Penyematan tanjak ini merupakan tradisi sebagai simbol kehormatan dan penerimaan tamu istimewa di Tanah Melayu.
“Dengan dipakaikan tanjak, artinya tamu diterima penuh hormat dan dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Riau,” jelas Roni.
Melly Mike tampak tersanjung dengan penyambutan tersebut. Ia tersenyum lebar sambil melambaikan tangan kepada penggemar.
“Saya merasa seperti di rumah sendiri. Terima kasih Riau, terima kasih Pekanbaru. Sambutannya luar biasa,” ucapnya.
Festival Pacu Jalur 2025 Dongkrak Pariwisata
Kehadiran Melly Mike bukan hanya menjadi sorotan, tetapi juga memberi dampak nyata pada pariwisata. Data panitia mencatat pemesanan tiket dan akomodasi di Taluk Kuantan naik 25 persen dibanding tahun lalu.
Sejak resmi dibuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Agustus lalu, Festival Pacu Jalur sudah menarik lebih dari 100 ribu pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Turis asing terbanyak berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Menurut Kadispar Riau, partisipasi Melly Mike semakin memperkuat posisi Festival Pacu Jalur sebagai event budaya internasional.
“Festival ini bukan sekadar perlombaan perahu, tapi juga promosi budaya Melayu dan pariwisata Riau ke kancah dunia,” tegas Roni.
Festival Pacu Jalur 2025 pun semakin kokoh sebagai kebanggaan Riau dan daya tarik wisata budaya Indonesia di mata dunia.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















