DURI – Layanan penyeberangan kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) di Kabupaten Bengkalis bersiap memasuki babak baru. Di bawah kepemimpinan Bupati Bengkalis Kasmarni, Pemerintah Kabupaten Bengkalis resmi mendorong peralihan sistem tiket konvensional menuju tiket elektronik (e-tiketing) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pelayanan publik transportasi laut, Selasa,(3/02/2026).
Transformasi digital ini dinilai menjadi solusi atas persoalan klasik di pelabuhan penyeberangan, mulai dari antrean panjang, ketidaktertiban kendaraan, hingga transparansi pengelolaan retribusi.
Melalui sistem e-tiketing, Pemkab Bengkalis berharap pelayanan penyeberangan RoRo menjadi lebih tertib, cepat, dan akuntabel.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah ST MT, menjelaskan bahwa saat ini proses implementasi e-tiketing telah memasuki tahap penting, yakni penetapan mitra atau vendor penyedia sistem digital.
“Vendor penyedia layanan e-tiketing sudah kita tetapkan. Tahap selanjutnya, Dishub akan berkoordinasi dengan DPRD Bengkalis untuk penyelarasan regulasi sebelum dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ujar Ardiansyah.
Ia menargetkan seluruh proses administrasi, termasuk penandatanganan PKS, dapat dirampungkan dalam waktu dua pekan ke depan. Setelah payung hukum kerja sama diteken langsung oleh Bupati Bengkalis Kasmarni, Dishub akan segera melakukan uji coba sistem di lapangan.
“Setelah PKS ditandatangani Ibu Bupati, kita langsung masuk tahap soft opening hingga grand opening,” jelasnya.
Pada tahap awal penerapan, sistem e-tiketing RoRo Bengkalis akan mengedepankan kemudahan akses bagi masyarakat melalui pemindaian barcode.
Penumpang maupun pengendara kendaraan yang telah membeli tiket, baik secara daring maupun melalui gerai luring, cukup melakukan pemindaian kode tiket di automatic gate yang tersedia di area buffer zone pelabuhan.
“Gate akan melakukan pemindaian otomatis untuk memvalidasi data kendaraan dan penumpang. Petugas kami juga akan melakukan pendampingan dan edukasi agar masyarakat terbiasa dengan sistem digital ini,” tambah Ardiansyah.
Dishub Bengkalis menargetkan sistem e-tiketing ini sudah berjalan optimal sebelum momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemerintah daerah berharap, penerapan sistem digital tersebut mampu mengurai kemacetan dan antrean panjang yang kerap terjadi saat puncak arus mudik dan balik lebaran.
Terkait kesiapan operasional, saat ini Dishub Bengkalis menyiagakan lima unit kapal RoRo yang beroperasi secara reguler.
Namun demikian, pihaknya tetap membuka peluang penambahan armada secara situasional, menyesuaikan dengan hasil kajian kepadatan penumpang dan volume kendaraan pada masa libur panjang.
“Kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama,” tegas Ardiansyah.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















