DURI – Pemerintah Provinsi Riau memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Riau dalam kondisi aman menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan Sekda Riau, Syahrial Abdi, yang menyebutkan bahwa stok energi di daerah tersebut diperkirakan mencukupi hingga sekitar 20 hari ke depan.
Menurut Syahrial Abdi, kepastian tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau yang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan energi di daerah. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa distribusi BBM dan LPG tetap berjalan lancar guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Ia menjelaskan bahwa secara nasional, ketersediaan BBM juga berada dalam kondisi cukup. Hal tersebut diketahui berdasarkan laporan dari pemerintah pusat yang menyebutkan stok BBM nasional masih tersedia untuk sekitar tiga minggu ke depan.

“Berdasarkan laporan dari Kadis ESDM bahwa secara nasional sudah disampaikan ketersediaan BBM cukup untuk tiga minggu,” ujar Syahrial Abdi saat melakukan kunjungan operasi pasar di Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu (7/3/2026).
Syahrial menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di wilayah Provinsi Riau. Berdasarkan pemantauan terakhir, stok BBM dan LPG di daerah berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah Provinsi Riau juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk distributor serta lembaga teknis, guna memastikan pasokan energi tetap stabil di lapangan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya kebutuhan energi selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG selama Ramadan hingga Idulfitri.
Menurutnya, pihak Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi. Upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan cadangan stok (build up stock), memperkuat sarana distribusi, serta melakukan koordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan energi terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Pemprov Riau juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM dan LPG secara bijak serta tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi energi dapat berjalan merata dan lancar di seluruh wilayah Provinsi Riau.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















