DURI – Camat Mandau Riki Rihardi mengaku bangga atas inisiatif pemuda RW 01 Kelurahan Pematang Pudu yang sukses menggelar Festival Lampu Colok pada malam ke-27 Ramadan 1447 H/2026 M,Selasa (17/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Bathin Betuah ini tidak hanya menyemarakkan suasana Ramadan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Festival Lampu Colok tersebut diinisiasi oleh para pemuda setempat, khususnya dari komunitas Pemuda Sakai.

Ide kegiatan ini pertama kali muncul dari seorang pemuda bernama Diro, yang ingin menghadirkan suasana berbeda dalam menyambut malam-malam akhir Ramadan.
Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari tokoh pemuda dan Ketua RW 01, hingga akhirnya diteruskan kepada pihak kelurahan dan kecamatan.
Tokoh Pemuda Sakai, Faiz, bersama Ketua RW 01, Kuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kekompakan generasi muda dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Lurah Pematang Pudu, Muhammad Vicky, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah kelurahan akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang diinisiasi oleh masyarakat, terutama yang melibatkan peran aktif pemuda.
“Kegiatan seperti ini sangat kami dukung karena membawa dampak positif bagi lingkungan dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Mandau Riki Rihardi yang hadir bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Mandau, Dewi Asdinar, serta jajaran kantor camat, menilai antusiasme masyarakat dalam festival ini sangat luar biasa.
Ia menyebut, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang harmonis.
“Kami bangga dengan ide yang lahir dari pemuda RW 01. Dengan kebersamaan seperti ini, banyak hal positif yang bisa diwujudkan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Camat juga berpesan kepada para Ketua RT dan RW agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap terbuka dan penuh empati.
“Mungkin tidak semua persoalan bisa langsung diselesaikan, namun terimalah masyarakat dengan baik dan hati yang lapang. Dengan begitu, mereka merasa didengar,” pesannya.
Festival Lampu Colok ini pun menjadi bukti nyata sinergi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan suasana Ramadan yang penuh makna, sekaligus mempererat hubungan sosial di Kelurahan Pematang Pudu.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















