DURI – Kecamatan Mandau kini tidak hanya dikenal sebagai wilayah industri minyak di Kabupaten Bengkalis, tetapi juga mulai menonjol sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya melalui hadirnya Batik Mandau.
Di balik berkembangnya kerajinan khas tersebut, terdapat sosok perempuan inspiratif, Dewi Asdinar, S.Sos., M.Si, yang sebagai pencetus utama lahirnya Batik Mandau.
Dewi Asdinar yang menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Mandau dikenal sebagai penggerak perempuan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga.
Melalui gagasan besarnya, ia merintis Batik Mandau sejak tahun 2022 dengan tujuan memberikan keterampilan produktif kepada ibu rumah tangga sekaligus menciptakan identitas budaya baru bagi daerah Mandau.

Berawal dari kelompok ibu-ibu PKK Kecamatan Mandau, program ini berkembang menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif di Bengkalis.
Tidak sekadar memproduksi kain batik, Batik Mandau juga menjadi wadah pelatihan, pengembangan usaha mikro, serta destinasi wisata edukasi yang mulai dikenal masyarakat luas.
Kirim Kader PKK Belajar ke Yogyakarta
Dalam tahap awal pengembangan, Dewi Asdinar mengirimkan kader PKK Mandau mengikuti pelatihan membatik ke Yogyakarta, kota yang dikenal sebagai pusat batik nasional. Langkah itu dilakukan agar para pengrajin di Mandau memiliki kemampuan teknis yang kuat, baik dalam membatik tulis, batik lukis, hingga pewarnaan kain.
Sekembalinya dari pelatihan, para kader mulai menularkan ilmu kepada anggota PKK lainnya. Dari sinilah produksi Batik Mandau mulai berjalan dan terus berkembang hingga saat ini.
Ciptakan Motif Khas Daerah
Salah satu kekuatan Batik Mandau terletak pada motif yang sarat filosofi lokal. Dewi Asdinar disebut sebagai perancang berbagai motif ikonik yang kini menjadi ciri khas Batik Mandau.
Motif paling populer adalah Pompa Angguk, yang menggambarkan identitas Mandau sebagai daerah penghasil minyak bumi.
Selain itu terdapat perpaduan corak Melayu tradisional seperti Pucuk Rebung, yang melambangkan pertumbuhan, harapan, dan nilai budaya masyarakat Melayu.
Perpaduan unsur industri modern dan budaya tradisional itu menjadikan Batik Mandau tampil unik serta berbeda dari batik daerah lainnya.
Jadi Pusat Wisata Edukasi di Mandau
Kini Workshop Batik Mandau berkembang menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang direkomendasikan di Kecamatan Mandau.
Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan batik mulai dari membuat pola, mencanting menggunakan lilin panas, pewarnaan, hingga tahap akhir menjadi kain siap pakai.
Lokasi galeri dan workshop Batik Mandau berada di Jalan Jenderal Sudirman, Gajah Sakti, serta cabang di wilayah Air Jamban.
Selain melihat proses produksi, pengunjung juga dapat mempelajari filosofi motif lokal dan mengetahui bagaimana batik menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bangun Toko PKK Brand Mandau
Sebagai bentuk dukungan pemasaran, Dewi Asdinar juga menggagas Toko PKK Brand Mandau, yang menjadi pusat penjualan berbagai produk kriya lokal, termasuk Batik Mandau.
Keberadaan toko tersebut membuka akses pasar lebih luas bagi para pengrajin lokal, sekaligus menjadi etalase produk unggulan hasil karya perempuan Mandau.
Kolaborasi Bersama PHR dan Polbeng
Kesuksesan Batik Mandau juga didukung kerja sama lintas sektor. Dewi Asdinar berhasil membangun sinergi dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng).
PHR memberikan dukungan sarana produksi, pelatihan, hingga pembinaan usaha. Sementara Polbeng membantu dari sisi akademik seperti inovasi teknik pewarnaan, pelatihan kewirausahaan, hingga strategi pemasaran digital.
Kolaborasi ini membuat Batik Mandau tumbuh tidak hanya sebagai produk budaya, tetapi juga model pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Raih Pengakuan Nasional
Berkat konsistensi dan dedikasinya, Batik Mandau berhasil menembus tingkat nasional. Salah satu prestasi membanggakan adalah masuk 3 Besar DPD Award 2025 kategori Ekonomi Kreatif.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi lokal dari Kecamatan Mandau mampu bersaing dan mendapat perhatian di tingkat nasional.
Inspirasi Perempuan Daerah
Kehadiran Batik Mandau menunjukkan bagaimana peran perempuan mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru.
Dari tangan Dewi Asdinar dan ibu-ibu PKK Mandau, lahirlah karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga membuka lapangan usaha, memperkuat identitas daerah, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bengkalis.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.











