DURI – Kota Dumai terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pintu gerbang maritim utama di pesisir timur Pulau Sumatera.Berhadapan langsung dengan Selat Malaka, kota Dumai memiliki sejumlah pelabuhan dan dermaga aktif yang melayani rute domestik, penyeberangan antarpulau, hingga pelayaran internasional.
Keberadaan pelabuhan di Dumai dinilai sangat strategis karena mendukung aktivitas perdagangan, distribusi logistik, transportasi masyarakat, serta sektor industri berskala nasional dan global.
Pelabuhan Penumpang dan Komersial
Pelabuhan utama di Dumai dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Regional 1. Kawasan ini terbagi ke dalam beberapa terminal dan dermaga sesuai fungsi operasional.
Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai
melayani kapal feri cepat domestik menuju wilayah Kepulauan Riau serta rute internasional ke Malaysia, seperti Port Dickson dan Melaka.
Sementara itu, Dermaga A sepanjang sekitar 348 meter digunakan untuk kapal general cargo dan kapal penumpang feri.
Dermaga B dengan panjang sekitar 800 meter difungsikan sebagai terminal curah cair untuk distribusi minyak bumi dan Crude Palm Oil (CPO).

Sedangkan Dermaga C dan D sepanjang sekitar 700 meter dimanfaatkan untuk bongkar muat komoditas curah kering serta kapal kontainer atau peti kemas.
Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro
Untuk mendukung mobilitas kendaraan dan masyarakat antarpulau, Dumai juga memiliki Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan yang berada di kawasan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat.
Pelabuhan ini aktif melayani penyeberangan reguler menuju Pelabuhan Tanjung Kapal di Pulau Rupat. Sistem tiket elektronik atau e-ticket juga telah diterapkan guna mempermudah layanan bagi pengguna jasa.
Pelabuhan Kota Dumai Khusus Industri
Sebagai pusat industri komoditas penting di Indonesia, Dumai juga memiliki kawasan pelabuhan khusus industri, salah satunya Pelabuhan Kawasan Industri Dumai (KID) di wilayah Pelintung.
Pelabuhan ini berstatus Terminal Khusus (TERSUS) swasta dengan izin operasional sementara untuk kegiatan umum. Fasilitasnya memiliki garis pantai sepanjang 4.571 meter serta dermaga sepanjang 700 meter.
Pelabuhan tersebut mampu melayani kapal kargo internasional hingga kapasitas 75.000 DWT, sehingga menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekspor dan impor di kawasan Riau.
Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan yang lengkap, Kota Dumai terus berkembang sebagai pusat logistik dan perdagangan penting di wilayah barat Indonesia.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.














