DURI – Perbaikan ruas Jalan Lintas Sontang-Duri di Kabupaten Rokan Hulu baru dilakukan secara intensif setelah kondisi jalan rusak parah dan menelan korban jiwa.
Seorang anak, NA meninggal dunia setelah terjebak bersama ayahnya di dalam kabin mobil saat melintasi jalan yang tergenang pada Kamis (30/7/2026).
Peristiwa tragis tersebut menjadi sorotan masyarakat setelah kondisi jalan rusak dan genangan air di jalur penghubung Rokan Hulu menuju Bengkalis ramai diberitakan dan viral di media sosial.
Anak Tewas Terjebak di Jalan Rusak
NA bersama ayahnya sempat terjebak di dalam mobil ketika kendaraan mereka melintasi ruas Jalan Sontang-Duri.
Kondisi jalan yang rusak parah dan dipenuhi genangan air membuat perjalanan berubah menjadi musibah.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Naufal kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini memunculkan kembali sorotan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Masyarakat mempertanyakan lambannya penanganan jalan yang menjadi akses penting penghubung Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu, menuju Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Setelah Viral, PUPR-PKPP Riau Bergerak
Setelah kondisi jalan tersebut menjadi perhatian publik dan viral di media sosial, Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau melakukan penanganan.
Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan menimbun sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan parah menggunakan material tanah sekaligus meninggikan badan jalan yang sebelumnya tergenang air.
Penanganan difokuskan pada beberapa titik, terutama jalur yang menghubungkan Desa Sontang dengan Desa Kasang Padang.
Sebelumnya, kondisi badan jalan di sejumlah lokasi sangat memprihatinkan. Genangan air membuat permukaan jalan sulit dilalui, khususnya kendaraan roda empat.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur Sontang-Duri.
PUPR Sebut Jalan Sudah Fungsional
Perbaikan ruas Jalan Sontang-Duri dilakukan setelah adanya arahan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang meminta jajaran PUPR-PKPP segera menangani kondisi infrastruktur tersebut.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau Zulfahmi melalui Plt Kepala Bidang Bina Marga Khairul Rizal mengatakan, perbaikan fungsional ruas Jalan Sontang-Duri hampir seluruhnya selesai.
“Perbaikan Jalan Sontang-Duri sudah selesai kemarin, saat ini sudah fungsional dan sudah bisa dilewati kendaraan roda empat,” kata Khairul Rizal, Senin (11/8/2026).
Ia menjelaskan, terdapat tiga titik utama yang menjadi lokasi penanganan. Titik pertama dikerjakan sekitar satu pekan sebelumnya, titik kedua empat hari kemudian, sedangkan titik terakhir juga telah selesai ditangani.
“Perbaikan ruas ini kita kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah VI. Untuk pekerjaan kita menggunakan alat berat UPTJJ Wilayah VI,” jelasnya.
Riau Kaya Minyak, Infrastruktur Masih Jadi Sorotan
Peristiwa tersebut juga kembali menyoroti kesenjangan antara potensi sumber daya alam Riau dengan kondisi infrastruktur yang masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah.
Riau dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak bumi, namun masyarakat di sejumlah kawasan masih harus menghadapi persoalan akses jalan yang rusak dan sulit dilalui.
Bagi warga di sekitar Sontang-Duri, jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung antardaerah, tetapi merupakan akses penting untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari.
PUPR Larang Truk Bertonase Besar
Khairul Rizal mengimbau masyarakat turut menjaga kondisi jalan yang telah diperbaiki. Salah satunya dengan membatasi kendaraan bertonase besar melintas di ruas tersebut.
“Kami berharap masyarakat dapat membatasi kendaraan besar melintasi jalan itu, seperti truk CPO dan lainnya. Jadi sama-sama kita menjaga, agar tidak rusak lagi. Kalau kendaraan besar tetap lewat, maka jalan bisa rusak kembali,” ujarnya.
Selain penanganan sementara, pemerintah juga berencana mengusulkan pembangunan tiga titik box culvert di ruas Jalan Sontang-Duri.
“Kita juga sudah usulkan pembangunan Box Culvert tiga titik ruas tersebut. Mudah-mudahan dapat terealisasi, karena dengan adanya Box Culvert bisa menjadi saluran air, dan air tidak menggenangi badan jalan,” tutup Khairul Rizal.
Perbaikan fungsional ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Namun, tragedi yang menimpa Naufal menjadi pengingat bahwa penanganan infrastruktur yang rusak tidak semestinya menunggu hingga terjadi korban jiwa atau menjadi viral terlebih dahulu.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












