ADVERTISEMENT
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Privacy Policy
  • PEDOMAN SIBER
  • E – Koran
  • Desclaimer
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
KabarDuri
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
No Result
View All Result
KabarDuri
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Ketika Sawit Membakar langitnya Sendiri

by PUTRI ANDY
21 Oktober 2026
in Berita Pilihan
0
SHARES
2
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook
ADVERTISEMENT

DURI – Setiap tahun kita mengulang drama yang sama kebakaran lahan, rapat darurat, water bombing, lalu hujan turun dan semua lupa.

Sampai kemarau berikutnya datang lagi. Jika sebuah kesalahan diulang setiap tahun, namanya bukan lagi kelalaian, tapi kebiasaan.

BacaJuga

Warga Kritik Bekas Galian Fiber Optik di Duri, Pengawasan PUPR Bengkalis Dipertanyakan

Di Tengah Kekayaan Minyak Bumi, Jalan Nasional Duri–Rohil Justru Terbengkalai

Jelang Natal Dan Tahun Baru , Arus Lintas Tersendat Ulah Proyek Jalan Nasional Duri – Rohil Mangkrak

Setiap musim kemarau, langit Riau, terkhusus Bengkalis kembali bercerita dengan bahasa yang sama: kelabu. Matahari tidak lagi terbit dengan gagah, ia hanya mengintip malu-malu di balik selimut asap.

ADVERTISEMENT

Anak-anak sekolah disibukkan dengan istilah PJJ (PEMBELAJARAN JARAK JAUH) atau pun jika masuk setengah hari dengan istilah PTT (Pembelajaran tatap muka), penerbangan ditunda, dan aplikasi pemantau kualitas udara menjadi lebih sering dibuka oleh kawan-kawan yang bekerja di dapur MBG daripada media sosial. Kita sudah hafal skenarionya, karena ini bukan kejadian, ini sudah menjadi siklus. Siklus Hidup di Riau.

Kebakaran lahan, terutama di lahan gambut yang kini banyak beralih fungsi menjadi kebun sawit, adalah luka lama yang tak pernah benar-benar sembuh. Api memang terlihat menyala di permukaan, tetapi bara sesungguhnya ada di bawah – di dalam gambut yang kering, di dalam tata kelola yang rapuh, dan di dalam kesadaran kita yang mudah lupa ketika hujan turun.

Ketika Sawit Membakar langitnya Sendiri Oleh: Darma F. Sitompul.,S.A.P.,MS,i.,AIFO
Ketika Sawit Membakar langitnya Sendiri
Oleh: Darma F. Sitompul.,S.A.P.,MS,i.,AIFO

Pemerintah sudah punya semua regulasinya. Ada Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, ada kewajiban tinggi muka air gambut minimal 40 cm. Aturannya bagus di atas kertas. Masalahnya ada di pengawasan.

Kita sering bertanya, siapa yang membakar? Pertanyaan itu penting, tapi tidak cukup. Pertanyaan yang lebih jujur adalah: mengapa lahan ini begitu mudah terbakar?

Sawit adalah primadona ekonomi Riau. Tidak bisa dipungkiri, ia menghidupi ribuan keluarga di Bengkalis. Namun di balik hijaunya yang terlihat subur dari atas, ada gambut yang sedang sekarat. Gambut adalah spons raksasa. Ketika masih basah, ia adalah penjaga air terbaik.

Ketika kanal-kanal drainase dibuka terlalu dalam untuk membuat lahan sawit tidak tergenang, spons itu diperas habis. Airnya hilang, ia menjadi kering, rapuh, dan sangat mudah terbakar. Sekali api menyentuh, ia tidak hanya membakar di atas, ia menjalar di bawah tanah, bisa berminggu-minggu, tak terlihat, hanya berasap. Inilah mengapa asap tak kunjung reda.

Maka, menyalahkan petani kecil yang membakar untuk membuka lahan saja tidak adil. Ya, praktik tebas bakar masih ada karena dianggap paling murah. Tapi ada rantai yang lebih besar. Ada lahan-lahan konsesi yang tidak terawat, dibiarkan semak, lalu terbakar dan statusnya menjadi abu-abu. Ada kanal yang tak pernah disekat kembali. Ada sistem pengawasan yang hanya siaga saat api sudah besar, bukan saat lahan mulai mengering.

Kita terlalu sibuk memadamkan, dan lupa mencegah.

Padamkan api dengan helikopter itu penting dan heroik, para petugas di lapangan adalah pahlawan. Tapi itu seperti mengepel lantai tanpa memperbaiki atap yang bocor. Selama gambutnya kering, api akan selalu kembali.

Asap ini bukan sekadar masalah lingkungan. Ini adalah masalah keadilan.

Siapa yang paling menderita karena asap? Bukan mereka yang duduk di ruangan ber-AC di kota besar. Yang menderita adalah ibu-ibu yang anaknya ISPA berulang, nelayan yang tak bisa melaut karena jarak pandang, guru honorer yang harus tetap mengajar di kelas penuh asap, dan atlet-atlet muda kita di KONI yang harus menghentikan latihan karena kualitas udara berbahaya Serta Anak-Anak penerima MBG yang jadi terhambat untuk menerima MBG (MAKANAN BERGIZI GRATIS) yang berfungsi untuk mencegah stunting dan kualitas gizi tubuh mereka, ironi memang karna dengan terhambatnya gara-gara asap sehingga program yang bagus menjadi terkendala sedangkan dari BGN sendiri belum ada solusi masalah pembagian distribusi MBG tersebut terhadap sekolah-sekolah yang terkena dampak dengan istilah PJJ(pembelajaran jarak jauh) tersebut.

Mereka yang paling sedikit menikmati keuntungan atau bahkan anak-anak yang tidak mengerti sama sekali dari ekspansi besar-besaran, justru yang paling banyak membayar harganya.

Apa yang bisa kita lakukan?

Pertama, basahi kembali gambut. Program sekat kanal dan rewetting gambut harus menjadi kewajiban, bukan sekadar proyek. Lahan sawit di gambut harus punya standar tinggi muka air. Kalau gambut basah, ia tidak akan terbakar.

Kedua, ubah insentif. Jangan beri insentif hanya pada luas tanam, tapi pada perawatan lahan. Petani dan perusahaan yang menjaga lahannya tidak terbakar selama 3 tahun berturut-turut harus mendapat penghargaan, akses permodalan, dan kepastian hukum. Petani butuh alat berat murah untuk membuka lahan tanpa bakar, bukan hanya spanduk larangan membakar.

Ketiga, tegakkan hukum tanpa pandang bulu. Baik pembakar perorangan maupun korporasi yang lalai menjaga konsesinya harus ditindak dengan data satelit yang transparan. Asap tidak mengenal batas desa, maka hukum juga tidak boleh tumpul ke atas.

Bengkalis pernah dikenal dengan pantainya, dengan sastra dan budayanya. Apalagi Riau terkenal dengan sumber daya alamnya, jangan sampai kita lebih dikenal karena menjadi eksportir asap ke negara tetangga.

Asap yang tak kunjung reda sebenarnya adalah alarm. Ia berbisik kepada kita: bahwa pembangunan yang mengeringkan tanahnya sendiri, pada akhirnya akan membuat penghuninya sesak napas. Dan penyakit yang tak kunjung usai.

Sudah waktunya kita berhenti sekadar menunggu hujan. Hujan akan datang dan api akan padam, tapi jika spons itu tetap kering, ia akan kembali terbakar tahun depan. Tugas kita bukan hanya memadamkan api hari ini, tapi memastikan tidak ada api untuk anak cucu kita esok.

Karena langit biru bukan hadiah dari musim hujan, ia adalah hasil dari keputusan-keputusan berani yang kita ambil di musim kemarau.

Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

Source: Liputan
Via: Oleh: Darma F. Sitompul.,S.A.P.,MS,i.,AIFO
Tags: #MBGBengkalisDarma F. SitompullangitRiausawit

BeritaTerkait

Galian Fiber Optik Diduga Milik Telkom di Jalan Sudirman Duri Makan Korban

Warga Kritik Bekas Galian Fiber Optik di Duri, Pengawasan PUPR Bengkalis Dipertanyakan

by PUTRI ANDY
19 Oktober 2026
0

DURI – Warga mengkritik kondisi bekas galian kabel fiber optik yang diduga milik Telkom di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan...

Di Tengah Kekayaan Minyak Bumi, Jalan Nasional Duri–Rohil Justru Terbengkalai

Di Tengah Kekayaan Minyak Bumi, Jalan Nasional Duri–Rohil Justru Terbengkalai

by PUTRI ANDY
17 Oktober 2026
0

DURI – Di tengah kekayaan minyak bumi yang melekat pada wilayah Duri dan sekitarnya, kondisi infrastruktur jalan nasional justru menjadi...

Jelang Natal Dan Tahun , Arus Lintas Tersendat Ulah Proyek Jalan Nasional Duri - Rohil Mangkrak

Jelang Natal Dan Tahun Baru , Arus Lintas Tersendat Ulah Proyek Jalan Nasional Duri – Rohil Mangkrak

by PUTRI ANDY
15 Oktober 2026
0

DURI – Jelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, proyek perbaikan Jalan Nasional Lintas Duri– Rohil yang menghubungkan Kabupaten...

Polsek mandau tengah melakukan Olah TKP di Hotel Grand Zuri Duri terkait Kematian warga negara India

Pekerja PLTMG Balai Pungut Asal India Ditemukan Meninggal di Hotel Grand Zuri Duri

by PUTRI ANDY
14 Oktober 2026
0

DURI  – Pekerja PLTMG Balai Pungut asal India ditemukan meninggal dunia di dalam kamar Hotel Grand Zuri Duri, Jalan Hang...

Dua Pemuda Terekam CCTV Curi Pagar Rumah Warga di Duri Barat, Aksi Dilakukan Siang Bolong. Foto : Rayap Besi Beraksi Terekam CCTV

Dua Pemuda Terekam CCTV Curi Pagar Rumah Warga di Duri Barat, Aksi Dilakukan Siang Bolong

by PUTRI ANDY
28 September 2026
0

DURI – Dua orang pemuda terekam kamera CCTV saat diduga mencuri pagar milik rumah warga di Jalan Hibrida III, Kelurahan...

Putri Asal Bengkalis Naik Podium Asian Games Jepang, Sumaya Persembahkan Perak untuk Indonesia

Putri Asal Bengkalis Naik Podium Asian Games Jepang, Sumaya Persembahkan Perak untuk Indonesia

by PUTRI ANDY
21 September 2026
0

DURI - Putri asal Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Sumaya, berhasil naik podium Asian Games di Nagoya, Jepang, setelah mempersembahkan medali...

Tinggalkan Komentar

Baca Juga

Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka Perambahan Hutan Terkait Karhutla di Bukit Batu

Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka Perambahan Hutan Terkait Karhutla di Bukit Batu

8 bulan yang lalu

Bupati Kasmarni Salurkan 100.000 Paket Sembako Murah untuk 11 Kecamatan

4 tahun yang lalu

Ketika Sawit Membakar langitnya Sendiri

by PUTRI ANDY
21 Oktober 2026
0

DURI - Setiap tahun kita mengulang drama yang sama kebakaran lahan, rapat darurat, water bombing, lalu hujan turun dan semua...

Selengkapnya

Kecelakaan Mobil dan Motor di Pinggir, Dua Orang Jadi Korban

Kecelakaan Mobil dan Motor di Pinggir, Dua Orang Jadi Korban
by PUTRI ANDY
20 Oktober 2026
0

DURI – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan sepeda motor terjadi di Jalan Lintas Pinggir, tidak jauh...

Selengkapnya

Satu Kilo Sabu Dibongkar Polres Kampar, Kurir Diupah Rp500 Ribu, Dua DPO

Satu Kilo Sabu Dibongkar Polres Kampar, Kurir Diupah Rp500 Ribu, Dua DPO
by PUTRI ANDY
20 Oktober 2026
0

DURI  – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar berhasil membongkar peredaran narkotika jenis sabu seberat 1,10 kilogram atau lebih dari...

Selengkapnya

Bawa Sabu Dalam Tas, Pria Asal Sumut Ditangkap Polsek Mandau di Gate 125 Duri

Bawa Sabu Dalam Tas, Pria Asal Sumut Ditangkap Polsek Mandau di Gate 125 Duri
by PUTRI ANDY
20 Oktober 2026
0

DURI – Tim Opsnal Polsek Mandau, Polres Bengkalis, menangkap seorang pria asal Sumatera Utara berinisial JS (25) yang diduga bawa...

Selengkapnya
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Privacy Policy
  • PEDOMAN SIBER
  • E – Koran
  • Desclaimer

© 2021 KabarDuri

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RIAU
  • NASIONAL
  • GAYA HIDUP
  • HIBURAN

© 2021 KabarDuri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist