Namun, upaya untuk meminta kejelasan dari pihak RSUD Mandau justru mendapat respons yang mengecewakan.
Saat dikonfirmasi oleh KabarDuri.Net, Direktur RSUD Mandau, Silvia, mengatakan tidak mengetahui soal kejadian tersebut.
“Kurang tahu saya, Bang. Silakan konfirmasi ke Humas saja, Bang. Terima kasih,” ucap Silvia singkat saat dihubungi.
Ironisnya, ketika konfirmasi dialihkan ke pihak Humas RSUD Mandau, informasi yang diterima justru makin menambah kebingungan. Salah satu staf humas mengaku sedang cuti selama tiga minggu terakhir.
“Saya cuti udah tiga minggu, jadi tidak tahu apa-apa soal itu,” ujar staf humas tersebut.
Situasi ini menimbulkan kritik dari publik, terutama terkait lemahnya sistem keamanan dan kurangnya tanggung jawab dari pihak manajemen rumah sakit.
Aksi pencurian yang terjadi lebih dari satu kali dalam kurun waktu berdekatan memperlihatkan celah besar dalam pengawasan serta ketidakseriusan dalam penanganan keamanan internal.
Kalau sudah terjadi berulang kali, harusnya ada langkah nyata dari pihak RSUD Mandau Ini malah saling lempar konfirmasi antara direktur dan humas.
Berulangnya kasus pencurian di lingkungan RSUD Mandau diharapkan menjadi catatan penting bagi manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan konkret.
Sistem keamanan perlu ditingkatkan, termasuk penempatan petugas keamanan di titik-titik rawan dan pemantauan CCTV secara aktif.
Kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kualitas medis, tetapi juga oleh rasa aman selama berada di dalamnya. RSUD Mandau kini ditantang untuk memulihkan kepercayaan tersebut, sebelum lebih banyak korban jatuh akibat kelalaian sistem pengamanan internal.*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















