DURI – Seorang driver ojek online (ojol) Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, mengaku menjadi korban dugaan pencurian sepeda motor dengan modus meminta diantar ke RSUD karena alasan keluarga membutuhkan pertolongan medis, Minggu (13/09/2026).
Driver ojol bernama Pramanaruli tersebut menceritakan kejadian yang dialaminya kepada KabarDuri.net melalui DM Instagram.
Menurut Pramanaruli, pelaku awalnya menghampiri driver ojol yang sedang menunggu orderan di pinggir jalan. Pelaku kemudian meminta diantar secara offline menuju RSUD dengan alasan istrinya sedang melahirkan atau membutuhkan obat.

Namun, di tengah perjalanan, pelaku mengaku mendapat telepon dan meminta driver berbalik arah menuju sebuah rumah dengan alasan akan membawa orang tuanya ke RSUD.
Rumah yang dituju ternyata diduga bukan rumah pelaku, melainkan rumah seorang tukang urut.
Pelaku Diduga Menjadikan Rumah Tukang Urut sebagai Target
Pramanaruli menduga aksi tersebut dilakukan secara terorganisir. Ia menyebut pelaku diduga mencari rumah tukang urut untuk dijadikan tempat yang kemudian diakui sebagai rumahnya di hadapan driver ojol.
Setibanya di lokasi, pelaku langsung masuk ke rumah tukang urut. Pelaku bahkan meminta piring dan gelas berisi air minum kepada pemilik rumah.
Situasi tersebut membuat driver semakin percaya bahwa rumah tersebut memang milik pelaku.
Pelaku kemudian mengatakan kepada driver bahwa orang tuanya sedang bersiap dan meminta driver menunggu.
Dalam kondisi tersebut, pelaku kemudian meminjam sepeda motor milik driver. Karena percaya bahwa pelaku berada di rumahnya sendiri, driver memberikan motor tersebut.
Namun, motor tersebut kemudian dibawa kabur oleh pelaku.
Dua Kejadian Disebut Terjadi dalam Waktu Berdekatan
Yang membuat korban semakin curiga, Pramanaruli menyebut terdapat dua kejadian dengan modus yang hampir sama pada Kamis, 11 September 2026.
Kejadian yang dialaminya berlangsung di Jalan Asrama Tribrata, Gang Seiko, tepatnya di rumah tukang urut.
Sementara kejadian lainnya disebut terjadi di Jalan Karang Anyer 2, yang juga menyasar rumah tukang urut.
Pramanaruli menduga kedua kejadian tersebut memiliki keterkaitan karena modus yang digunakan disebut hampir sama.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Jumat, 12 September 2026, seorang driver ojol Grab kembali disebut menjadi korban dengan modus yang diduga serupa dan Pramanaruli mengatakan kasus yang dialaminya telah dilaporkan kepada pihak Polsek Mandau.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












