DURI, Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Israel berdampak langsung terhadap lonjakan harga emas dunia dan domestik. Pada Minggu (1/3/2026), harga emas batangan di Indonesia tercatat mengalami kenaikan signifikan dan menembus level psikologis Rp3 juta per gram.

Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap eskalasi konflik bersenjata di kawasan tersebut. Dalam situasi ketidakpastian geopolitik, investor cenderung mengalihkan asetnya ke instrumen yang dianggap aman (safe haven), salah satunya emas.
Harga Emas Antam Melonjak
Berdasarkan pembaruan harga terbaru, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di kisaran tertinggi sepanjang awal 2026.
Rincian harga emas Antam sebagai berikut:
• 1 gram: Rp3.023.000 – Rp3.068.000 (tergantung platform penjualan dan pajak)
• 5 gram: Rp15.200.000
• 10 gram: Rp30.345.000
• Harga buyback: Rp2.860.000 – Rp2.880.000 per gram
Kenaikan ini memperlihatkan tren penguatan harga emas dalam beberapa hari terakhir. Level di atas Rp3 juta per gram menjadi rekor baru yang memicu perhatian masyarakat dan pelaku pasar.
Harga di Pegadaian Ikut Terkerek
Sementara itu, harga emas di Pegadaian juga menunjukkan pergerakan di level tinggi.
• Emas Antam: sekitar Rp3.123.000 per gram
• Emas UBS & Galeri 24: berada di kisaran Rp3.100.000 per gram
Meski pergerakannya relatif stabil dibanding lonjakan harian sebelumnya, harga tetap bertahan di posisi premium. Kondisi ini menunjukkan tingginya permintaan emas fisik di tengah ketidakpastian global.
Harga Emas Dunia Tembus Rekor
Di pasar internasional, harga emas spot dilaporkan melonjak hingga USD 5.278 per troy ounce. Jika dikonversikan ke rupiah, harga tersebut setara sekitar Rp2.851.290 per gram, belum termasuk biaya produksi, distribusi, serta pajak di dalam negeri.
Analis pasar komoditas menilai lonjakan tajam ini merupakan respons langsung terhadap konflik geopolitik yang berpotensi meluas. Selain itu, faktor lain seperti kekhawatiran inflasi global, fluktuasi nilai tukar dolar AS, serta ketidakpastian kebijakan ekonomi sejumlah negara besar turut memperkuat reli harga emas.
Emas Kembali Jadi Pilihan Aman
Secara historis, emas selalu menjadi aset lindung nilai ketika terjadi krisis geopolitik maupun ekonomi global. Konflik bersenjata, perang, hingga ketegangan diplomatik kerap mendorong investor mengalihkan portofolionya dari saham dan mata uang berisiko ke logam mulia.
Dengan kondisi geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda, pelaku pasar memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.
Namun demikian, masyarakat diimbau tetap mempertimbangkan kemampuan finansial serta memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Kenaikan harga emas akibat perang Iran–Israel menjadi bukti bahwa dinamika global memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi nasional, bahkan hingga ke tingkat daerah.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















