DURI – Kota Duri di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, memiliki dua monumen bersejarah, yakni Monumen Romusha dan Monumen Pompa Angguk. Keduanya menjadi saksi perjalanan Duri dari masa penjajahan hingga berkembang sebagai kota minyak terbesar di Indonesia
Di balik pesatnya perkembangan wilayah ini, tersimpan jejak sejarah penting yang menjadi saksi perjalanan masa penjajahan hingga awal berkembangnya industri migas di Indonesia.
Berbeda dengan sejumlah daerah yang memiliki banyak monumen perjuangan bersenjata, wisata sejarah di Kota Duri lebih banyak menghadirkan situs yang merekam penderitaan rakyat pada masa perang serta simbol lahirnya kejayaan sektor minyak bumi yang hingga kini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Monumen Perang Dunia II, Saksi Bisu Korban Romusha
Salah satu situs sejarah paling penting di Duri adalah Monumen Perang Dunia II atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Monumen Romusha. Monumen ini berada di kawasan operasional migas yang kini dikelola PT Pertamina Hulu Rokan, bekas wilayah kerja Chevron.
Di monumen tersebut tertulis “Monumen Korban Perang Dunia-II/Monument of World War-II Victim”, sebagai penghormatan kepada ribuan korban kerja paksa (Romusha) pada masa pendudukan Jepang.

Sejarah mencatat, ketika pembangunan infrastruktur minyak dimulai pada era 1950-an, ditemukan ribuan tulang-belulang manusia di kawasan tersebut.
Temuan itu diyakini merupakan jasad para pekerja Romusha yang dipaksa bekerja pada masa Perang Dunia II.
Pemerintah dan pengelola wilayah migas kemudian membangun monumen tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban sekaligus pengingat bahwa pembangunan wilayah Duri juga menyimpan kisah kelam pengorbanan rakyat Indonesia.
Monumen Pompa Angguk Jadi Ikon Kota Duri
Selain Monumen Romusha, Kota Duri juga memiliki Monumen Pompa Angguk yang berdiri di Jalan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau.
Monumen berbentuk pompa angguk minyak bumi itu menjadi salah satu ikon Kota Duri sekaligus simbol kejayaan industri migas di Kabupaten Bengkalis.
Keberadaan monumen tersebut tidak hanya merepresentasikan aktivitas pengeboran minyak, tetapi juga menggambarkan sejarah panjang eksploitasi sumber daya alam sejak masa kolonial Belanda hingga Indonesia merdeka.
Potensi minyak bumi yang melimpah menjadikan Duri sebagai kawasan strategis yang diperebutkan pada masa penjajahan. Seiring berjalannya waktu, wilayah ini berkembang menjadi salah satu pusat produksi minyak terbesar di Indonesia dan berkontribusi besar terhadap ketahanan energi nasional.
Wisata Edukasi Sejarah di Kota Minyak
Hingga kini, Monumen Perang Dunia II dan Monumen Pompa Angguk menjadi dua destinasi bersejarah yang dapat mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Duri.
Kedua monumen tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenang pengorbanan para pendahulu serta memahami bagaimana Duri tumbuh dari kawasan penuh perjuangan menjadi salah satu kota minyak paling penting di Indonesia.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.













