RIAU – Sebuah serangan udara yang dilaporkan menargetkan Sekolah Dasar Putri Shajareh-Tayyebeh di wilayah Minab, Iran, menewaskan sedikitnya 108 siswa dan melukai 92 lainnya pada Sabtu pagi.
Peristiwa tragis tersebut memicu kecaman keras dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menyebut serangan itu sebagai tindakan “biadab” yang akan menjadi catatan kelam dalam sejarah, Minggu (1/03/2026).
Dalam pesan resminya yang disampaikan Sabtu, Presiden Pezeshkian menyatakan bahwa tragedi tersebut menambah daftar panjang kejahatan yang dituduhkan kepada Israel dalam konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

“Tindakan biadab ini menambah lembaran hitam lain pada catatan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan oleh para penyerang, sebuah kenangan yang tidak akan pernah terhapus dari sejarah bangsa kita,” ujar Pezeshkian yang di lansir dari Kantor Berita Semi Pemerintah Iran Tasnim
Menurut laporan otoritas setempat, jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 108 siswa, sementara 92 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Beberapa korban dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan sekolah yang hancur akibat serangan tersebut.
Tim penyelamat dan tenaga medis masih terus bekerja di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban serta memberikan pertolongan darurat kepada para korban luka.
Presiden Pezeshkian menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta masyarakat Minab dan seluruh rakyat Iran.
“Saya turut merasakan duka cita yang mendalam dari keluarga para korban, rakyat Minab yang mulia, dan seluruh Iran. Saya berdiri bersama mereka dalam kesedihan ini,” ujarnya.
Ia juga memerintahkan tim penyelamat, tenaga medis, dan pihak berwenang untuk mengerahkan seluruh sumber daya guna memastikan penanganan korban berjalan maksimal, termasuk bantuan segera dan berkelanjutan bagi korban luka serta keluarga yang kehilangan anggota keluarga.
Laporan mengenai serangan ini pertama kali dilansir oleh kantor berita semi-resmi Pemerintah Iran, Tasnim News Agency.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait tudingan serangan tersebut. Situasi di lokasi kejadian masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan dan tim penyelamat.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















