DURI – Menanggapi informasi yang beredar terkait pengumpulan dana untuk pengecatan sekolah, Kepala SMPN 5 Mandau, Fatmawati, membantah adanya instruksi atau permintaan dari dirinya kepada para guru untuk mengumpulkan sumbangan.
Menurut fatmawati, gagasan untuk memperbaiki dan mempercantik gerbang sekolah muncul secara spontan dalam rapat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan rapat kelulusan siswa.
“Saya tidak pernah meminta guru-guru untuk mengumpulkan sumbangan, apalagi untuk mencat sekolah. Saat rapat, ada usulan dari guru-guru untuk memoles gerbang sekolah yang sudah terlihat kusam menjelang PPDB,” ujar fatmawati kepada KabarDuri.net
Ia menjelaskan, bendahara sekolah saat itu sebenarnya telah menyampaikan bahwa sekolah memiliki anggaran Dana BOS yang dapat digunakan pada tahap berikutnya.
Namun, sejumlah guru disebut ingin gerbang sekolah segera diperbaiki karena pelaksanaan PPDB sudah semakin dekat.

Fatmawati juga menegaskan bahwa saat proses pengumpulan dana tersebut berlangsung dirinya tidak berada di sekolah karena sedang menjalankan ibadah haji.
Ia menyebut rincian pemasukan dan pengeluaran dana yang beredar merupakan catatan yang dibuat oleh salah seorang guru yang memfasilitasi pengumpulan sumbangan secara sukarela.
“Saat itu saya sedang berada di Mekkah. Uraian dana yang beredar tersebut merupakan catatan dari guru yang mengoordinasikan pengumpulan sumbangan, bukan instruksi dari kepala sekolah,” jelasnya.
Dengan klarifikasi ini, sudut berita yang lebih kuat adalah perbedaan versi antara keluhan sejumlah guru dan penjelasan kepala sekolah, bukan lagi dugaan pungutan oleh kepala sekolah.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












