DURI – Kualitas udara di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa (25/8/2026) pagi. Kondisi ini terjadi di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di Riau.
Berdasarkan data pada aplikasi IQAir yang dipantau Kabarduri.net sekitar pukul 08.00 WIB, kualitas udara di Duri tercatat 155 US AQI dengan kategori Unhealthy (Tidak Sehat).
Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 61,1 µg/m³. Pada saat pengukuran, suhu udara di Duri berada di angka 26 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 1 km/jam dan kelembapan mencapai 87 persen.

Data yang ditampilkan juga menunjukkan kualitas udara Duri masih berada pada level tidak sehat dalam beberapa jam berikutnya.
Indeks AQI diperkirakan berada di angka 149 pada pukul 09.00 WIB, kemudian 144 pada pukul 10.00 WIB, 139 pada pukul 11.00 WIB, 134 pada pukul 12.00 WIB, dan 130 pada pukul 13.00 WIB.
Pada pukul 11.00 dan 12.00 WIB, terdapat potensi hujan dengan probabilitas sekitar 80 persen. Kecepatan angin diperkirakan meningkat secara bertahap hingga sekitar 5 km/jam pada pukul 13.00 WIB.
Pekanbaru Masuk Kategori Berbahaya
Kondisi kualitas udara yang lebih buruk terlihat di Kota Pekanbaru. Data IQAir sekitar pukul 08.00 WIB menunjukkan 359 US AQI dengan kategori Hazardous (Berbahaya).
Sementara itu, di Kepulauan Bengkalis tercatat memiliki 185 US AQI dan berada dalam kategori Unhealthy (Tidak Sehat).

Pada Bengkalis, indeks kualitas udara untuk hari tersebut tercatat 93, kemudian diperkirakan 86 pada Rabu dan 84 pada Kamis berdasarkan tampilan prakiraan dalam aplikasi.
Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian masyarakat di tengah aktivitas penanganan karhutla di sejumlah wilayah Riau.
Tingginya konsentrasi PM2.5 juga perlu diwaspadai karena partikel halus tersebut menjadi salah satu indikator utama pencemaran udara.
Masyarakat di wilayah terdampak disarankan memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika indeks kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.













