RIAU – Malam di Duri makin panas Bukan karena suhu, tapi karena geliat bisnis gelap yang kian tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Di balik papan nama penginapan, wajah-wajah muda bermake-up tebal menunggu pelanggan di bawah kelap-kelip lampu jalan.
Homestay Ten Pool, yang terletak di Jalan Desa Harapan, Kelurahan Air Jamban, menjadi titik mencolok dalam fenomena ini.
Tempat yang seharusnya menjadi lokasi beristirahat, justru diduga menjadi pusat praktik prostitusi terselubung—bahkan melibatkan anak di bawah umur.
yang paling mencolok dalam menyediakan ‘selimut’ bagi lelaki hidung belang sebelum beristirahat.

Meski waktu baru menunjukkan pukul 22.00 WIB, wanita muda berdandan menor dan seksi sudah tampak aktif mencari mangsa.
“Pemandangan tak lazim sudah menjadi kebiasaan disekitar Homestay yang baru saja beroperasi beberapa tahun itu.
Saat melakukan investigasi, belasan hingga puluhan wanita malam dengan mengenakan rok mini hingga anak cucu Adam yang belum memiliki identitas sah dalam membina rumah tangga tampak hilir mudik.
Bahkan, diantara dari mereka tampak masih berusia dibawah 18 tahun menjajakan diri demi meraih mimpi hidup berkecukupan.
Tarif yang mereka patok pun cukup bagi lelaki hidung belang memenuhi hasratnya. Short time (ST) menjadi bahasa sandi wanita muda itu untuk menggaet pelanggannya.
Cukup dengan lembaran merah seharga Rp 400 ribu, kenikmatan syurga dunia sudah dapat dinikmati.
“Empat ratus ribu saja, yuk bang kita ST,”ujarnya sembari menawarkan jasa dengan godaan nada manjanya kesejumlah pelanggan yang coba tawar menawar harga.
Tidak hanya secara manual, wanita penghibur nafsu syahwat itu juga kerap menggunakan wadah aplikasi Michat untuk menggaet calon tamunya.
Camat Mandau melalui Kasi Trantib, Muhammad Nurizan saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8/25) berjanji segera menelusuri informasi tersebut.
“Terimakasih atas infonya. Insya Allah segera kita telusuri,”ucapnya singkat.
Seperti diketahui sebelumnya diketahui, Homestay Ten Pool saat dilakukan pengecekan izin oleh Tim gabungan hanya memiliki izin Pondok Wisata.
Hal itu sangat mengejutkan, mengingat Homestay itu memiliki sedikitnya 42 kamar memenuhi permintaan tamu, masyarakat bahkan pendatang untuk beristirahat.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















