Ditambahkan Datuk Arisman, selain perusahaan Kontraktor PHR memang ada juga truk yang bermuatan berat, seperti truk pengangkut kayu akasia milik BDB, dan juga milik pengangkut inti yang berasal dari Sontang (Rohul).
Namun sejauh ini dampak jalan yang mulai parah, terlihat sejak beroperasinya truk tronton milik PT. PP yang ditaksir hampir setiap hari lalu lalang di wilayah kita ini.
“Pihak PHR maupun PP sudah ada pertemuan dengan Ninik mamak dan mereka berjanji akan melakukan perbaikan jalan, saat ini kami lagi menunggu pihak PT. BDB perusahaan akasia yang dari Kosmar Jurong,” ungkapnya.(Tim)
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















