“Tidak hanya uang saku yang kami berikan, adik-adik Paskibraka juga telah diberikan baju dan tas dari panitia. Begitu juga saat pemusatan pelatihan, kami inapkan di hotel representatif. Jadi rasanya sangat berlebihan jika kami dituding tidak memberikan hak-hak mereka,” ujar Agus.
APBD lambat Ditandatangani Gubernur Riau masa kepemimpinan Syamsuar
Mengenai keberangkatan karya wisata, dijelaskan Agus, memang setiap tahun Pemkab Bengkalis sudah dipastikan mengalokasikan anggaran karya wisata bagi adik-adik Paskibraka beserta pelatih dan pengasuh.
Seperti halnya pada 2023 ini, karya wisata dengan tujuan Pulau Batam telah dialokasikan melalui anggaran Perubahan APBD. Hanya saja, kenapa hingga akhir tahun 2023 tidak kunjung diberangkatkan. Ternyata kegagalan keberangkatan karya wisata ini, disebabkan hasil perubahan APBD lambat ditandatangani Gubernur Riau masa kepemimpinan Syamsuar.

Padahal kata Agus Sofyan, Pemkab Bengkalis telah merencanakan keberangkatan karya wisata adik-adik Paskibraka 2023 ke Pulau Batam, sejak awal telah diagendakan pada akhir Oktober 2023.
Namun kenyataannya, anggaran karya wisata ke Pulau Batam yang dialokasikan pada Perubahan APBD 2023, tak kunjung mendapat sinyal dari Gubernur Riau Syamsuar, sehingga berdampak pada seluruh agenda dan rencana yang telah dibuat.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















