DURI – Bacaan talbiyah menjadi salah satu lantunan paling sakral yang terus menggema saat umat Islam melaksanakan ibadah haji dan umrah. Jamaah melafalkan kalimat ini sebagai bentuk jawaban atas panggilan Allah SWT, sekaligus menegaskan keimanan dan ketundukan kepada-Nya.
Talbiyah bukan hanya tradisi lisan, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam.
Setiap jamaah yang mengenakan ihram akan mengumandangkan bacaan ini sejak memulai niat hingga memasuki rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Berikut ini adalah bacaan talbiyah dalam aksara Arab dan Latin.
Tulisan Arab:
Labbayk Allahumma Labbayk, Labbayk La Sharika Laka Labbayk, Inna al-Hamda wa an-Ni’mata Laka wa al-Mulk, La Sharika Laka
Tulisan Latin
Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Dalam arti bahasa Indonesia, talbiyah mengandung pengakuan penuh seorang hamba kepada Tuhannya.

“Aku datang untuk menjawab panggilan-Mu, ya Allah, aku datang untuk menjawab panggilan-Mu. Aku datang untuk menjawab panggilan-Mu, Engkau tidak mempunyai sekutu, aku datang untuk menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanya milik-Mu, Engkau tidak mempunyai sekutu.”
Makna, Bacaan, dan Nilai Tauhid dalam Lantunan Talbiyah Ibadah Haji dan Umrah
Makna dari bacaan ini menegaskan prinsip tauhid yang menjadi inti ajaran Islam. Jamaah menyatakan secara langsung bahwa tidak ada sekutu bagi Allah SWT dalam segala aspek kehidupan, baik dalam ibadah, kekuasaan, maupun kenikmatan yang dirasakan manusia.
Selain itu, talbiyah juga mencerminkan kesiapan dan ketaatan seorang hamba dalam melaksanakan perintah Allah. Ungkapan “Labbaik” yang diulang berkali-kali menunjukkan ketulusan hati untuk memenuhi panggilan Ilahi tanpa ragu-ragu.
Dalam pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah, talbiyah menjadi simbol persatuan di antara umat Muslim dari berbagai belahan dunia. Perbedaan bahasa, budaya, dan latar belakang menyatu menjadi satu suara yang sama, yaitu ketaatan kepada Allah SWT.
Para ulama menjelaskan bahwa melafalkan talbiyah dengan penuh penghayatan dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah.
Oleh karena itu, jamaah dianjurkan tidak hanya membaca, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Dengan demikian, talbiyah bukan hanya sekadar bacaan ritual, tetapi juga pernyataan iman, penyerahan diri, dan ketulusan seorang Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT selama beribadah di Tanah Suci.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.















