Seorang penyidik yang dikonfirmasi kala itu menyebutkan, ada sekitar 6 sampai 7 sampel air yang diambil dari banyak titik saluran air (diduga) tercemar limbah. “Kami tak bisa komen, intinya sedang mendalami. Ada 6 sampai 7 sampel air yang diambil,” ujar seorang penyidik kala itu.
Pasca diambil, sampel-sampel air yang diduga tercemar limbah pabrik ini langsung dikemas oleh petugas ke dalam botol sampel dan kemudian dibawa menuju laboratorium guna segera diuji.

Pada aliran sungai yang diduga tercemar limbah, tampak beberapa ekor ikan mati dan mengapung di permukaan. Hal itu segera diabadikan oleh awak media dan kemudian diambil sampel airnya oleh petugas.
“Sampel diambil dan ditangani oleh petugas labor PT ALS. Hasilnya akan dikabarkan menyusul,” kata Ed menambahkan.
“Sejauh ini Pemkab Bengkalis terus berkomitmen dalam menyelesaikan polemik ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sekarang ini dugaan tindak pidananya kita serahkan ke kementerian. Akan kita kawal dan dampingi terus,” pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.















