
Kita butuh ketegasan. Penegak hukum mesti turun tanpa kompromi. Bongkar jaringan mafia CPO dari akar hingga ke aktor utamanya. Jangan hanya menyasar sopir atau pekerja gudang, tapi telusuri siapa pemodalnya, siapa yang melindungi, dan siapa yang memfasilitasi.
Jika negara ingin kembali dipercaya, maka Bathin Solapan harus jadi panggung pembuktian. Negara harus hadir, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai pelindung kepentingan rakyat dan penegak keadilan.
Karena ketika hukum diam dan mafia berjaya, maka yang kalah bukan hanya negara—tetapi seluruh masyarakat yang mendambakan keadilan.
Negara Rugi Atas Mafia CPO
Pakar Ekonomi Universitas Riau, Hendro Ekwarso, menjelaskan praktik mafia pencurian minyak sawit (CPO) di Riau makin marak . Hal ini bisa membuat citra Indonesia pada perdagangan internasional menjadi buruk karena kualitas CPO tercemar.
“Contoh dulu kasus CPO dicampur solar, lalu ekspor Riau ditolak di Eropa dan dibalikkan lagi ke Indonesia. Yang rugi pengusaha sawit juga, penerimaan negara tidak ada, pada akhirnya fatal bagi rakyat dan petani sawit,” kata Hendro Ekwarso, dikutip dari Antara.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















