Air mata RL tumpah saat mendengar bahwa ibunya tidak memiliki uang untuk membayar tunggakan tersebut.
Abangnya, Arles Lubis, yang mengetahui kondisi adiknya, merasa tak berdaya karena juga tidak memiliki uang. Dalam situasi sulit ini, RL terpaksa menggadaikan handphone miliknya seharga Rp 100.000 untuk mendapatkan uang yang dibutuhkan. “Kami tidak tahu dia pergi menggadaikan handphone. Dia diam-diam melakukan itu untuk bisa ikut ujian,” ujar Arles Rabu (4/6/2025).
Arles mengaku sangat terpukul dengan kondisi adiknya dan merasa kecewa dengan sikap guru yang menghalangi RL untuk mengikuti ujian hanya karena masalah uang. “Sebenarnya tidak banyak yang mau dibayar, pak. Tapi, kami benar-benar dalam kondisi sulit keuangan,” tambah Arles. Tak terima dengan perlakuan tersebut, Arles mengadukan kasus ini kepada wartawan, yang kemudian menyebar luas.
Pihak sekolah, melalui Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bangun Purba, Habibi, membantah bahwa siswa tidak bisa ikut ujian karena belum membayar uang praktik. “Kami mau memberikan klarifikasi kepada media. Sekolah tidak pernah menyuruh siswa yang belum menyelesaikan administrasinya untuk pulang,” jelas Habibi.
KEPALA SEKOLAH DI COPOT
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















