“Sudah kita pakai sistem Finger Print khusus untuk mengontrol disiplin karyawan. Terkait pelayanan, terimakasih Pak atas masukannya, kami akan terus berbenah sedikit demi sedikit. Insya Allah kedepannya akan lebih baik,”janjinya.
Selain itu, dr Chairiah juga berkeluh kesah akan sistem jemput bola layanan ke pasien yang akan berobat ke RSUD. Menurutnya, rencana awal pembangunan halte yang dilengkapi armada masih terjadi kendala, terutama akan stle armada yang belum dimiliki, dikarenakan kunjungan pasien ke RSUD Mandau yang perhari nya mencapai 500 orang.
Menjawab keluhan tersebut, Giyatno selaku anggota Komisi IV berusaha akan membantu semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan itu dengan dukungan rekan sekomisi lainnya.
Tampak hadir dalam monitoring dan silaturrahmi itu, Sekretaris Komisi IV, Irmi Syakip Arsalan, Syafroni Untung, Andi Fahlevi, dr Morison Bationg Sihite, Rosmawati Sinambela dan Zahraini.*
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.















