Adapun kronologi pembunuhan tersebut juga di jelaskan bermula hari Jum’at (1/4) sekitar pukul 10.30 WIB, Saat pelaku RS (19) berkunjung ke rumah SS (16),DS (13) dan AA (22) yang saat itu lagi tidur.
Setelah terbangun dalam tidurnya RS bertanya kepada Rekan Rekannya dimana kita mendapatkan uang.
Lalu DS (13) menjawab “coba lihat di rumah janda MM,jam segini Kondisinya biasanya septi tidak ada Orang,” Ungkapnya kepada Rekan rekannya.
Setelah itu, sekitar jam 12.30 WIB SS dan DS pergi tunaikan sholat jum’at namun saat pulang RS mengatakan kepada DS untuk melihat rumah tersebut.
Lalu mereka pergi untuk mengecek lokasi dan keadaan di sekitar.
DS lalu memberitahukan bahwa di dalam rumah tersebut ada seorang perempuan (korban Marlina) dan adik IN sang pemilik rumah.
Kata polisi, RS mengatakan macam mano bang? gerak kalau iyo kito gas.
“Lalu sekitar pukul 13.30 WIB, DS, RS dan AA pergi menuju rumah IN untuk membaca situasi sekitar lokasi target pencurian,” jelas Kasat Reskrim.
Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, DS melaporkan kepada RS dan AA, bahwa situasi rumah tersebut sudah aman, lalu ia stanby di dalam rumah kosong yang ada di sekitar lokasi target yang akan menjadi tempat dilakukan pencurian.
Sekitar pukul 17.00 wib RS bersama oleh AA masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang, lalu mereka melihat korban Mira Marlina tengah tidur di dalam kamar tengah.
“Pada saat itu AA sempat mengatakan ‘cekik mumpung dia lagi tidur’, namun RS tidak melakukannya karena korban Marlina terbangun, lalu AA keluar dari pintu belakang dan RS bersembunyi dibalik kursi dapur. Sementara korban menuju ke WC,” jelasnya lagi.
Lantas setelah itu, pelaku RS melihat korban pergi ke WC, ia pun langsung masuk ke dalam kamar tengah dan mengambil 1 unit handphone android merek Vivo sedang di charger.
Pada saat korban jalan ke pintu belakang, RS keluar melalui pintu depan, namun pada saat itu 2 orang anak laki-laki yang berada di rumah tersebut melihatnya dan ia langsung lari menuju ke rumah kosong untuk menjumpai AA dan DS.
Sesampainya di rumah kosong RS mengatakan bahwa cuma handphone yang didapat. Lagi pula aksi itu ketahuan anak kecil tadi.
“Lalu RS menyebutkan bahaya, lebih baik kita bunuh kakaknya. Tidak ingin membuang waktu lebih lama RS dan AA kembali ke rumah tersebut dari pintu belakang, lalu bertemu dengan korban yang pada saat itu sempat berteriak. Pada saat itu AA melihat ikat pinggang di bawah kulkas dan ia langsung mengikat leher korban Mira Marlina dari belakang hingga lemas, lalu langsung menggotong keluar untuk membuang,” tuturnya.
Setelah itu pelaku AA menyuruh rekannya untuk memasukan korban ke dalam septic tank, lalu ia bersama RS langsung memasukkan kepala Marlina terlebih dahulu dan mengambil 2 batu batako untuk menimpa korban hingga tewas di dalam septic tank tersebut.
Atas kejadian tersebut Team Satreskrim Polres Bengkalis memburu atau mengejar para pelaku hingga ke Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) karena mendapatkan informasi mereka sudah berada disana bersembunyi.
“Tersangka RS berhasil diamankan di daerah Kabupaten Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, pada 3 April 2022. Lalu dilakukan interogasi ia mengakui telah melakukan pencurian dengan melakukan kekerasan mengakibatkan pelaku tewas bersama pelaku lainnya tengah berada di Provinsi Kepri,” ujarnya.**
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















