KabarDuri, DURI – Perwakilan Masyarakat suku Sakai dan Tokoh Pemuda Sakai Angkat Bicara Atas Tragedi Berdarah pada Tanggal 27 Juni 2023 yang lalu, sudah memasuki hari ketujuh atas meninggalnya Almarhum Liman alias Logam atas kekejaman dari pekerja dari PT Panahatan (Polin Sitorus) yang saat itu sedang memperjuangkan hak dari Masyarakat Sakai di Tanah Ulayat belum juga ada penyelesaiannya.
Andika Putra Kendi Selaku perwakilan Masyarakat Sakai dan Tokoh Pemuda Masyarakat sakai mengatakan.
“Tragedi berdarah tersebut sangat melukai hati,atas kepergian salah seorang Tokoh pejuang suku sakai Liman alias Logam yang memperjuangkan Tanah ulayat nya,”Terangnya, Jumat, (7/7) Sore.
seharusnya Masyarakat Suku Sakai Sudah Merdeka Atas Tanah ulayat nya sendiri.
“Apakah kami ( Red Masyarakat) Suku Asli Sakai harus terus terzolimi dan Tertindas ditanah Sendiri,”
Andika Putra Kenedi, Menyampaikan apa bila Gubernur Riau dan Bupati Bengkalis tidak bisa Menyelesaikan konflik antara Maysarakat Sakai dan PT.Panahatan maka akan tetap berkelanjutan konflik tersebut.
Andika juga memintak kepada Gubernur Riau dan Bupati Bengkalis,agar segera memanggil kedua belah pihak agar bisa membicarakan persoal konflik Antara Masyarakat Suku Sakai dan PT. Panahatan.
“Apa bila Gubernur Riau dan Bupati Bengkalis tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut,maka akan terjadi lagi konflik berkelanjuta,” Terang andika kepada KabarDuri.Net
Andika memintak pihak Polin Sitorus ( Red PT.Panahatan)Saling membuktikan mana hak sebanar nya yang dimiliki oleh pihak polin sitorus
” Silakan tujukan buktikan dasar kepemilikan nya kepada masyarakat sakai dan pemerintah,” Tegas Andika.
dalam waktu satu minggu kedepan permasalahan ini tidak bisa di selesaikan oleh pemerintah Riau dan Bengkalis,maka kami akan mengirim surat kepada Presiden,
menyampaikan masyarakat sakai dilakukan pembiaran berkonflik.
“kepada pihak kepolisian kami minta untuk bisa memberikan perlindungan untuk keamanan masyarakat sakai,karna masyarakat sakai akan bertahan bertempat tinggal dilokasi yang terjadi konflik tersebut,”ujarnya.
Kami masyaraka sakai yang berada didalam kawasan bathin 8 & 5 sudah sepakat dan se iya sekata,untuk tidak ada penindasan terhadap warga sakai, oleh pekerja Polin sitorus.
“jangan sampai ada yang terusik,karna masyarakat sakai ingin hidup tentram damai.di atas tanah ulayat nya Sendiri,” Jelas andika Putra kenedi, Kepada KabarDuri*
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















