KabarDuri, DUMAI – Kapolres Dumai, AKBP Dhovan Oktavianton, merazia ponsel milik anggotanya pada Rabu (3/7) untuk memberantas kasus judi online yang semakin marak. Seluruh personel Polres Dumai dikumpulkan secara mendadak dalam razia tersebut.
Kapolres Dumai Dhovan menyatakan bahwa tindakan ini merupakan arahan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait praktik judi online di lingkungan Polri. “Pemeriksaan ini adalah komitmen kami untuk memastikan semua personel menjalankan tugas dengan profesional dan bebas dari kegiatan yang melanggar hukum,” ujar Dhovan.
Menurut Dhovan, razia ponsel dilakukan menyeluruh pada seluruh anggota Polres Dumai. “Kami memastikan semua ponsel anggota diperiksa detail untuk mendeteksi ada atau tidaknya aplikasi judi online. Hasilnya, tidak ditemukan personel yang menggunakan atau mengakses aplikasi judi online,” jelasnya.
Dhovan menegaskan bahwa penegakan disiplin di tubuh Polri terus dilakukan agar personel tidak terlibat dalam praktik yang melanggar kode etik, terutama judi online yang sedang marak
Menurut Dhovan, Polres Dumai melakukan razia ponsel secara menyeluruh terhadap seluruh anggota. Dhovan menjelaskan, “Kami memastikan kami memeriksa detail semua ponsel anggota untuk mendeteksi ada atau tidaknya aplikasi judi online. Kami tidak menemukan personel yang menggunakan atau mengakses aplikasi judi online.”
Dhovan menegaskan bahwa mereka terus melakukan penegakan disiplin di tubuh Polri agar personel tidak terlibat dalam praktik yang melanggar kode etik, terutama judi online yang sedang marak.
Polres Dumai akan terus memantau dan melakukan pengecekan rutin untuk memastikan tidak ada personel yang terlibat dalam aktivitas ilegal.
“Jika ditemukan pelanggaran, kami akan mengambil tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Dhovan. Razia ini sengaja dilakukan tanpa pemberitahuan untuk memastikan keefektifannya.
Dhovan menambahkan, judi online bisa menyebabkan masalah individu seperti stres dan gangguan mental, serta merugikan secara institusional dengan merusak kepercayaan publik terhadap Polri. “Sangat disayangkan jika gaji yang diterima habis untuk judi online dan menjadi pemicu masalah besar lainnya,” pungkas Dhovan.*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.


















