MANDAU – PDAM Duri Mandul dan gagal memenuhi kebutuhan air bersih warga. Di tengah musim kemarau yang sudah berlangsung hampir sepekan, warga Talang Mandi, Kecamatan Mandau, terpaksa menghadapi kekeringan tanpa pasokan air, Minggu,(20/07/2025).
Air hujan yang selama ini menjadi andalan warga mulai habis, sementara hujan tak kunjung turun.
Lebih miris lagi, PDAM Tirta Terubuk yang seharusnya menjadi solusi, justru mandul dan terkesan lepas tangan.
Bukannya bergerak cepat, pihak PDAM seolah membiarkan warga bertahan hidup di tengah kekeringan.
“Kami warga Sebanga Talang Mandi hanya bisa berharap hujan turun. Tidak semua sanggup beli air tangki. Tolong bapak-ibu yang berwenang, perhatikan kami. Ini kebutuhan wajib. Dimana wacana PDAM bapak-ibu?” tegas Fitri Yanti, warga setempat, dalam unggahan di media sosial.

Kepada KabarDuri.Net, Fitri mengungkapkan fakta lebih mencengangkan air PDAM ternyata sudah bertahun-tahun tak pernah mengalir ke wilayah Sebanga.
“Bukan cuma musim kemarau ini saja, memang sudah lama air PDAM tidak hidup di Sebanga. Sudah bertahun,” katanya.
Fitri dan warga lainnya berharap pemerintah maupun PDAM tidak terus-menerus menutup mata atas penderitaan warga.
Krisis air di Talang Mandi bukan lagi masalah biasa, ini menyangkut kebutuhan pokok yang tak bisa ditunda.
Jika dalam waktu dekat hujan tidak turun, satu-satunya pilihan warga adalah membeli air bersih dengan harga mahal.
Air kini bukan lagi fasilitas publik, tapi barang dagangan yang harus dibeli untuk bertahan hidup.
Warga Talang Mandi masih dibiarkan berjuang sendiri menghadapi kemarau dan krisis air yang terus menghantui.*Ayi
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















