DURI – Disperindag Bengkalis kembali menjadi sorotan tajam setelah dugaan kebocoran penyaluran BBM subsidi jenis Bio Solar di Kecamatan Mandau kian tak terkendali.
Diduga Di dua SPBU utama, yakni di Jalan Sudirman dan Hang Tuah, aktivitas para pelansir yang membeli Bio Solar secara terang-terangan terus terjadi tanpa pengawasan berarti.
Bahkan para pelansir juga secara nekat bolak balik mendatangi SPBU untuk kemudian membeli BBM Subsidi jenis bio solar dengan harga yang miring, Jum’at (21/11/2025).
Kondisi ini membuat hak konsumen, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang seharusnya menerima BBM subsidi, terancam hilang ditengah maraknya praktik penjualan yang diduga melibatkan pelansir dan jaringan mafia.
Padahal untuk diketahui BBM subsidi jenis bio solar diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 dan UU Cipta Kerja.

Dimana Konsumen yang berhak adalah masyarakat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti masyarakat berpenghasilan rendah dengan kendaraan berkapasitas mesin kecil.
Aturan, pengawasan dan sanski telah dibuat oleh pemerintah. Namun sayangnya selaku pengawasan dan perlindungan konsumen oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bengkalis dinilai diduga lemah dan tak mampu melindungi konsumen yang harusnya mendapatkan BBM Subsidi jenis bio solar di SPBU-SPBU.
Awak media telah mengkonfirmasi melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis, Zulfan dinomor whatsapp 0821 6985 xxxx, Kamis (20/11/2025) berjanji akan segera turun dan siap untuk melindungi hak Konsumen sesuai dengan Undang-undang.
Awak media mempertanyakan terkait pengawasan jual beli BBM Subsidi jenis bio solar yang diduga diperjual belikan kepada pelansir dan mafia, serta perlindungan konsumen yang dijalan oleh instansi terkait.
“Terima kasih atas informasi yang penting ini, nanti kami tindak lanjuti lebih lanjuti dan kami siap melakukan pengawasan terhadap SPBU-SPBU yang membandel, “singkat Zulfan. ***
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















