Duri — Aktivitas pengangkutan BBM subsidi jenis Bio Solar di SPBU Hangtuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, yang beroperasi dengan kode 14.287.634 kembali menjadi sorotan tajam. Dari hasil pantauan KabarDuri.net di lapangan, aksi para pemain mafia solar diduga semakin terang-terangan dan menguasai jalur distribusi.

Dalam pemantauan tujuh awak media, ditemukan sedikitnya 13 unit mobil pengangkut (penglansir) berbagai jenis beroperasi di lokasi.
Di antaranya truk colt diesel, Col diesel box, kijang biru, hingga mobil panther tanpa pelat nomor.
Salah satu truk Col diesel kedapatan membawa 92 Ribi liter, sementara sebuah mobil panther tanpa pelat diduga menampung hingga 100 Ribu liter Bio Solar.

Kondisi ini diperparah dengan temuan lainnya: sebuah Kijang biru yang bannya tampak kandas meski hanya ditumpangi dua orang, menguatkan dugaan adanya muatan berlebih.
Sekitar pukul 14.00 WIB, satu unit truk tangki pengangkut Bio Solar berkapasitas 8.000 liter memasuki area SPBU Hangtuah. Bukannya melayani masyarakat, para pemain mafia justru sudah mengatur barisan di dua jalur antrian, dengan total 13 mobil siap mengisi.
Namun kehadiran awak media sepertinya membuat situasi berubah. Pihak pengawasan SPBU tampak sigap membubarkan para pengangkut solar tersebut.

Anehnya, meskipun pasokan BBM baru saja diturunkan, pihak SPBU Hangtuah justru langsung memasang plang bertuliskan “Tutup – Sudah Habis”.
Pertanyaannya: Bio Solar yang baru saja dibongkar itu untuk siapa? Untuk masyarakat luas, atau untuk jaringan mafia solar yang diduga menguasai pasokan di Duri?
KabarDuri.net juga menerima informasi bahwa jaringan mafia ini diduga menjual solar subsidi tersebut ke sejumlah perusahaan migas di Duri dengan harga yang sangat fantastis, jauh di atas harga resmi subsidi masyarakat.
Berapa besar keuntungan yang diraup para mafia solar ini dari hasil menjual BBM subsidi ke perusahaan-perusahaan migas?
Nantikan investigasi mendalam KabarDuri.net selanjutnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















