RIAU – Pengelola Taman Nasional Tesso Nilo mengecam aksi sekelompok pendemo yang merusak fasilitas negara di kawasan konservasi, Kabupaten Pelalawan.
Mereka menegaskan bahwa pembangunan fasilitas di Tesso Nilo bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi satwa liar, bukan membatasi aktivitas masyarakat.
Pengelola mengingatkan bahwa Tesso Nilo merupakan habitat terakhir bagi gajah Sumatera dan satwa liar lainnya, Selasa (25/11/2025).

Mereka mempertanyakan ke mana satwa-satwa itu harus pergi jika habitat yang tersisa terus diganggu dan dirusak oleh aktivitas manusia.
Dalam pernyataannya, pihak balai menegaskan bahwa tindakan para pendemo bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keberlangsungan makhluk hidup yang wajib dijaga bersama.
Padahal petugas lapangan sudah berusaha bersikap ramah, humanis, dan komunikatif dalam memberikan penjelasan, namun massa justru mengusir mereka.
Pengelola juga menilai para pendemo bersikap arogan karena berlindung di balik alasan Hak Asasi Manusia (HAM).
Mereka menegaskan bahwa HAM tidak pernah membenarkan perusakan fasilitas negara, intimidasi terhadap petugas, dan perusakan habitat satwa liar.
Pihak Pengelola berharap masyarakat mengedepankan nurani dan kesadaran untuk menjaga kawasan konservasi. Mereka mengingatkan bahwa kelestarian alam adalah warisan paling berharga yang harus dijaga untuk generasi berikutnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















