RIAU – Berdasarkan pantauan kabarduri.net Pada unggahan akun Threads milik Bupati Masiton, hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah sejak Senin siang memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan dan desa, Selasa (17/02/2026).
Dalam unggahan tersebut disebutkan hujan mulai turun sekitar pukul 12.10 WIB pada Tanggal 16/02/2026.
Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman warga serta badan jalan.

Akibatnya, sejumlah wilayah dilaporkan terendam banjir. Warga yang berada di lokasi rawan bencana langsung dievakuasi oleh aparat bersama masyarakat setempat.
Sekitar 80 jiwa dari kawasan terdampak telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko korban jiwa.
Akses jalan menuju Desa Lubuk Ampolu dilaporkan terputus akibat banjir dan material longsor.
Sementara itu, di wilayah Sitahuis, longsor terjadi di beberapa titik dan menutup bahu jalan.
Warga dan pengendara diminta berhati-hati karena tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun.
Selain itu, debit air di Sungai Aek Sirahar di Kecamatan Barus dilaporkan terus meningkat dan berpotensi meluap.
Dalam rekaman video yang Diuggah Masiton, terlihat arus banjir yang deras membawa lumpur, kayu, dan material lainnya di jalan raya.
Beberapa kendaraan tampak terjebak, sementara warga berusaha menyeberang dengan bantuan petugas.*ayusridara
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















