DURI – Pemerintah Provinsi Riau mulai mempercepat perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak dengan menggandeng 24 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan yang menjadi jalur vital aktivitas industri dan transportasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Zulfahmi, menjelaskan bahwa pemerintah melalui Dinas PUPR-PKPP Riau menangani perbaikan sepanjang satu kilometer dari total ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, sisa pekerjaan akan dilaksanakan bersama pihak swasta.Menurutnya, ruas Jalan Minas–Perawang merupakan jalur utama yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase besar, terutama angkutan kelapa sawit, kayu log, serta kendaraan dari kawasan industri Perawang menuju Jalur Lintas Timur.

Untuk menghindari kerusakan yang terus berulang, perbaikan dilakukan menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton kaku yang dinilai lebih kuat menahan beban kendaraan berat.
Sebanyak 24 perusahaan dilibatkan dalam proyek tersebut. Di antaranya Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pelindo, Surya Inti Raya, Maredan Sejati Surya Plantation, Indah Kiat Pulp and Paper, Arara Abadi Group, PTPN IV Region III PKS Lubuk Dalam, PTPN IV Region III PKS Sungai Buatan, Aneka Inti Persada, Mutiara Unggul Lestari, Ivo Mas Tunggal Sam Sam, Ivo Mas Tunggal Ujung Tanjung, Siak Prima Sakti, Kimia Tirta Utama, Perawang Agro Sejahtera, Kaparindo Agro Industri, Teguhkarsa Wanalestari, Anugerah Tani Makmur, Libo Sawit Perkasa, Berlian Inti Mekar, HABI, Riau Andalan Pulp and Paper, serta Bijin Kumita Mutiara.
Untuk mempermudah pelaksanaan, perusahaan-perusahaan tersebut dibagi ke dalam empat klaster. Klaster Migas dikoordinasikan oleh PT PHR dan dijadwalkan mulai bekerja pada Agustus dengan target pengerjaan 500 meter tahun ini. Klaster Perkayuan dipimpin PT Arara Abadi yang mulai bekerja pada Oktober dengan target 500 meter.
Klaster Sawit dipimpin PT Surya Inti Raya, sedangkan Klaster Transporter dikoordinasikan oleh PT Pelindo, yang juga dijadwalkan memulai pekerjaan pada Oktober.
Sementara itu, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-PKPP Riau telah dimulai sejak Juni 2026. Pengerjaan diawali dari titik STA 0+100 atau setelah pintu keluar jalan tol dan ditargetkan selesai pada Desember mendatang.
Secara keseluruhan, panjang ruas jalan yang akan diperbaiki pada tahun 2026 mencapai sekitar 3,4 kilometer. Sisa pekerjaan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya agar kondisi jalan dapat kembali optimal dan mendukung kelancaran distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.
Zulfahmi menyebutkan, pembangunan jalan rigid beton sepanjang satu kilometer yang dikerjakan pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar. Dengan dukungan investasi dari 24 perusahaan, total dana yang digelontorkan untuk memperbaiki ruas Jalan Minas–Perawang mencapai sekitar Rp28 miliar.
Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi partisipasi dunia usaha dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
Pola kolaborasi seperti ini diharapkan terus diperluas sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan jalan yang memiliki peran strategis bagi pertumbuhan ekonomi Riau.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.











