DURI – Jelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, proyek perbaikan Jalan Nasional Lintas Duri– Rohil yang menghubungkan Kabupaten Bengkalis dengan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, hingga kini tak kunjung rampung, Kamis (15/10/2026).
Proyek yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat tersebut diduga mangkrak selama enam bulan, bahkan muncul dugaan kontraktor pelaksana telah meninggalkan pekerjaan.
Kondisi jalan nasional yang menjadi salah satu urat nadi transportasi masyarakat itu semakin memprihatinkan. Selain menghubungkan Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir, jalur tersebut juga menjadi akses penting bagi kendaraan yang melakukan perjalanan menuju wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarDuri.net, Kamis (15/10/2026), pekerjaan perbaikan jalan nasional tersebut dilaporkan sudah sekitar enam bulan tidak menunjukkan perkembangan berarti. Sejumlah bagian jalan masih dalam kondisi belum selesai diperbaiki sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Akibat proyek yang tak kunjung rampung, kendaraan yang melintas harus menghadapi sistem buka tutup jalan.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan dan kemacetan, terutama ketika kendaraan bertonase besar melintasi lokasi pekerjaan.
Tidak hanya kemacetan, kondisi permukaan jalan yang tidak rata juga disebut membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah kendaraan bahkan dilaporkan mengalami kecelakaan hingga terbalik saat melintasi ruas jalan tersebut.
Jalan Nasional Duri–Simpang Bangko selama ini merupakan jalur strategis yang digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi, perdagangan, distribusi barang, hingga mobilitas kendaraan antardaerah.
Namun, proyek perbaikan jalan yang seharusnya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna justru menjadi persoalan baru karena pekerjaan tidak kunjung diselesaikan.
Proyek Diduga Mangkrak Enam Bulan, Kontraktor Dipertanyakan
Belum rampungnya proyek perbaikan Jalan Nasional Duri–Rohil menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana serta pengawasan dari instansi pemerintah yang menangani pekerjaan tersebut.
Pasalnya, proyek yang dilaporkan telah terhenti selama kurang lebih enam bulan itu belum menunjukkan kepastian kapan akan kembali dikerjakan hingga selesai.
Bahkan, berkembang dugaan bahwa kontraktor pelaksana telah meninggalkan lokasi proyek sebelum pekerjaan dituntaskan.
Meski demikian, dugaan kontraktor kabur tersebut belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak pelaksana maupun instansi pemerintah terkait.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau sebagai instansi yang menangani infrastruktur jalan nasional di wilayah tersebut.
Pemerintah pusat diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai penyebab pekerjaan terhenti, status kontrak pelaksanaan proyek, hingga langkah yang akan diambil untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan.
Apabila ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran kewajiban kontrak oleh pihak pelaksana, pemerintah diharapkan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Jalan Mangkrak Sistem Buka Tutup Jelang Natal dan Tahun Baru
Belum selesainya perbaikan jalan juga berdampak terhadap kelancaran lalu lintas kendaraan dari arah Duri menuju Rokan Hilir maupun sebaliknya.
Sistem buka tutup yang diterapkan pada ruas jalan yang sedang diperbaiki membuat kendaraan harus bergantian melintas.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan antrean panjang, khususnya ketika volume kendaraan meningkat atau sejumlah kendaraan angkutan berat melintasi lokasi pekerjaan.
Sebagai jalur penghubung antarkabupaten dan akses menuju Sumatera Utara, Jalan Nasional Duri–Rohil memiliki peranan penting bagi aktivitas perekonomian masyarakat.
Keterlambatan penyelesaian pekerjaan jalan dapat berdampak terhadap waktu tempuh kendaraan, kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat, serta aktivitas angkutan hasil perkebunan dan perdagangan.
Persoalan ini dikhawatirkan semakin serius apabila tidak segera ditangani menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru.
Jalan Tidak Rata, Mobil Dilaporkan Terbalik
Selain kemacetan, persoalan keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian dalam proyek perbaikan Jalan Nasional Duri–Simpang Bangko tersebut.
Permukaan jalan yang belum rata akibat pekerjaan yang tidak kunjung selesai dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama kendaraan besar yang membawa muatan berat.
Informasi yang diperoleh KabarDuri.net menyebutkan sejumlah kendaraan dilaporkan pernah mengalami kecelakaan hingga terbalik di ruas jalan tersebut.
Perbedaan ketinggian permukaan jalan dapat membuat kendaraan kehilangan keseimbangan, terutama ketika melintas dengan muatan berat atau dalam kondisi penerangan yang terbatas.
Kondisi tersebut tentu menjadi ancaman bagi keselamatan pengendara yang setiap hari menggunakan jalan nasional tersebut.
Pemerintah diharapkan tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga memastikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan belum selesai.
Pemasangan rambu peringatan, pengamanan lokasi pekerjaan, serta penanganan sementara pada bagian jalan yang berbahaya menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan berikutnya.
Menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Arus Kendaraan Dikhawatirkan Semakin Padat
Persoalan proyek Jalan Nasional Duri–Rohil yang diduga mangkrak selama enam bulan tersebut menjadi perhatian menjelang libur panjang akhir tahun.
Pasalnya, ruas jalan itu merupakan salah satu akses perjalanan masyarakat dari wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, menuju Kabupaten Rokan Hilir dan wilayah Sumatera Utara.
Pada masa libur Natal dan Tahun Baru, mobilitas masyarakat berpotensi meningkat seiring aktivitas perjalanan keluarga, angkutan barang, dan kendaraan antardaerah.
Apabila pekerjaan perbaikan jalan belum juga diselesaikan, kondisi tersebut dikhawatirkan memperparah kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Terlebih, penerapan sistem buka tutup pada jalan nasional yang menjadi jalur utama kendaraan dapat menyebabkan penumpukan kendaraan ketika arus lalu lintas meningkat.
Karena itu, percepatan penyelesaian proyek dinilai penting agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan serupa hingga memasuki penghujung tahun 2026.
Kementerian PU dan BPJN Riau Diharapkan Turun Tangan
Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Riau diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap proyek perbaikan Jalan Nasional Duri–Simpang Bangko yang dilaporkan tidak menunjukkan perkembangan selama enam bulan tersebut.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan penyebab keterlambatan pekerjaan, tanggung jawab kontraktor pelaksana, serta kepastian waktu penyelesaian proyek.
Selain itu, pemerintah pusat diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perkembangan proyek yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Status jalan nasional menjadikan penanganan ruas tersebut berada dalam lingkup kewenangan pemerintah pusat, sehingga persoalan keterlambatan pekerjaan perlu mendapat perhatian dari instansi terkait.
Apabila benar kontraktor pelaksana meninggalkan pekerjaan, pemerintah perlu memastikan langkah penyelesaian yang sesuai dengan ketentuan pengadaan dan kontrak pekerjaan konstruksi.
Keterlambatan proyek infrastruktur tidak boleh terus berlarut-larut, terlebih jika kondisi jalan yang belum selesai diperbaiki berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Penyelesaian Jalan Nasional Duri–Rohil menjadi penting bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan konektivitas antardaerah.
Terkait persoalan proyek perbaikan Jalan Nasional Duri– Rohil diduga mangkrak selama kurang lebih enam bulan, KabarDuri.net telah berupaya meminta Konfirmasi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau melalui pesan langsung (direct message/DM) di akun Instagram resminya.
Namun, hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi yang disampaikan KabarDuri.net tersebut belum mendapatkan respons dari pihak BPJN Riau.
Konfirmasi tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai penyebab terhentinya pekerjaan, perkembangan pelaksanaan proyek, serta kepastian waktu penyelesaian perbaikan jalan yang menjadi akses penting masyarakat tersebut.
Kabarduri tetap membuka ruang bagi BPJN Riau maupun kontraktor pelaksana untuk memberikan keterangan dan klarifikasi terkait persoalan tersebut.
Mengingat ruas jalan itu merupakan jalan nasional yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang, penjelasan dari instansi terkait sangat diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kelanjutan proyek perbaikan jalan tersebut.
serta langkah pemerintah pusat dalam menyelesaikan persoalan jalan nasional tersebut sebelum memasuki masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.











