DURI – Kabut asap cukup tebal kembali Selimuti Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (15/10/2026). Kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat membuat aktivitas pendidikan di sejumlah sekolah terganggu.
Pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Duri harus mengikuti kegiatan belajar mengajar melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kondisi kabut asap yang masih menyelimuti kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan KabarDuri.net, Kamis (15/10/2026), salah satu SMP di Kota Duri, Kecamatan Mandau, tampak sepi dari aktivitas pelajar. Tidak terlihat kegiatan belajar mengajar secara langsung seperti hari-hari biasanya.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sejumlah pelajar SMA Negeri di Duri tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah meskipun kabut asap cukup tebal masih menyelimuti.
Perbedaan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar antara jenjang TK,SD, SMP, dan SMA ini menjadi perhatian, mengingat seluruh pelajar sama-sama berpotensi terpapar polusi udara ketika beraktivitas di luar ruangan.
Kualitas Udara Duri Tembus AQI 190, Masuk Kategori Tidak Sehat
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara IQAir melalui stasiun Duri New Main Office pada Kamis (15/10/2026) pukul 13.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Kota Duri tercatat mencapai angka 190.
Angka tersebut masuk kategori Unhealthy atau tidak sehat, yang menunjukkan kondisi udara berisiko bagi kesehatan masyarakat.
Data tersebut juga mencatat konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 110,7 mikrogram per meter kubik, dengan suhu udara sekitar 33 derajat Celsius, kecepatan angin 6 kilometer per jam, dan kelembapan 53 persen.

PM2.5 merupakan partikel polusi udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam.
Paparan partikel tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.
Sementara itu, prakiraan kualitas udara pada sore hari menunjukkan indeks AQI diperkirakan masih berada pada kategori tidak sehat, meskipun mengalami penurunan secara bertahap.
Siswa SMA Tetap Sekolah di Tengah Kabut Asap
Masih berlangsungnya kegiatan belajar tatap muka di tingkat SMA Negeri di Duri menjadi perhatian tersendiri di tengah memburuknya kualitas udara.
Pasalnya, pelajar yang berangkat menuju sekolah harus melakukan perjalanan di luar ruangan dan berpotensi terpapar polusi udara, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai perbedaan kebijakan pembelajaran antara jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama dengan jenjang SMA di wilayah yang sama.
Diketahui, pengelolaan pendidikan SD dan SMP berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sedangkan SMA dan SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Dengan kondisi kualitas udara yang mencapai AQI 190, diperlukan perhatian dari instansi pendidikan terkait untuk memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh peserta didik.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi partikel yang baik, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti Kota Duri.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengenai pertimbangan tetap berlangsungnya pembelajaran tatap muka di tingkat SMA Negeri di Duri di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.













