KabarDuri, DURI -Agama Dijadikan Topeng Syahwat, Ini Kata Ustadz Andiki Mereka Bukan Mursyid, Tapi Perusak, Kasus pelecehan seksual berdalih agama marak terjadi dari Pusat hingga pelosok negeri sampai Duri kecamatan Mandau pun tak sampaikan hati memabaca berita hari ini di kabar duri.
Bau busuk yang enggan untuk tersingkap
Dalam Konsep utama hidup beragama Allah Swt mengajarkan kemashlahatan dalam setiap hal, dan membuang segala kemudharatan di dalam kehidupan.
Ada istilah “Maqashid Syariah” salah satunya adalah menjaga nasab serta martabat dan marwah diri.
Segala sesuatu yang membawa kepada kemudharatan bukanlah bagian dari pada konsep pengajaran agama, walaupun dalam bentuk dalih dalih agama.

Adapun “oknum Manusia biadab”yang menghalalkan segala cara untuk melampiaskan nafsu sexsualnya dengan dalih dalih agama dan pengobatan bukanlah ajaran Agama manapun, walaupun si pelaku terkesan alim dan bijak ditengah masyarakat.
Seorang guru “mursyid” adalah yang menunjuki, menegur dikala salah, menyanjung dikala menang. Bukan malah mengambil kesempatan keji dikala luang serta membuat buat ajaran agama sebagai dalih pemuas nafsu bejad yang dibuat buat.
Lalu apakah ini sebagai fenomena kali ini saja?
Tidak, bahkan ini sudah menjadi fenomena gunung es yang susah untuk dicairkan, tak kunjung habis kasus ini dibelahan bumi nusantara silih berganti pemberitaan datang.
Lalu siapa dan apa yang salah? Keadaan, yang membuat rumit untuk tersingkapnya bau busuk itu dengan alasan segan untuk mengungkap.
Apakah umat islam kehilangan induknya? Yang susah mencari guru untuk menyampaikan kebenaran dan haqiqat ajarannya?
Tidak, selagi berpegang teguh kepada Al-Qoran dan Sunah Rasulullah. Dan mencari guru yg mengajarkan keduanya dan mencontohkan dengan amalan dan perbuatannya.
Guru imam Syafii Rahimahullah, Imam waqi’ berkata: ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tak akan Allah berikan kepada orang yang bermaksiat.
Selagi seorang guru mengajarkan kebenaran dan menjauhkan kemaksiatan dari dirinya.
Serta membuka pintu hati untuk mengenal Allah dan RasulNya. Ikutilah. dan jika tidak mencontohkan dari kelakuan dan tingkah perilakunya, jauhilah.
Sesungguhnya iman itu adalah meyakini dalam hati mengucapkan dengan lisan serta mengamalkan dengan perbuatan.***
“Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun, melainkan sebagai bentuk nasihat dan pengingat bagi kita semua untuk tetap berpegang pada ajaran agama yang lurus dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.”
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















