KabarDuri,DURI — Emosi salah seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Amri Dt Maruhun tak terbendung ketika mengetahui progres pembangunan Turab diwilayahnya minim progres. Amri mengaku geram oleh ulah rekanan yang menurutnya menyepelekan usulan yang telah lama didam idamkan masyarakatnya.
Usut punya usut ternyata pengerjaan proyek Penunjukan Langsung (PL) Turab dengan anggaran dana senilai Rp 184, 571, 410 dibawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun anggaran 2022 melalui APBD Bengkalis itu dikerjakan oleh CV Tri Ananda Betuah.

“Sudah kelewat batas. Sudah berbulan, progres pengerjaannya hanya merangkai besi angker saja. Apa karena proyek kecil? Tolong pak wartawan, beritakan sesuai fakta dilapangan,”ujarnya sembari menggerutu.
Dikatakan Ketua RT yang juga sebagai buruh perusahaan migas ini, Dinas PUPR selaku yang menaungi proyek ini semestinya juga harus tau dan kontrol terhadap kegiatan yang dibuatnya.”Jangan hanya menerima laporan baik saja. Jika perlu, beri peringatan, apakah dibenarkan ulah rekanan seperti ini, kan masyarakat juga korbannya,”keluhnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis melalui Kepala UPT Workshop Kecamatan Mandau, Senin (12/12/22) saat dikonfirmasi melalui sambutan WhatsApp nya terkait proyek mangkrak itu tak belum memberikan jawaban.

Pantauan dilapangan, terlihat plang nama proyek hanya ditempel diantara dua batang pinang dan tiga orang pekerja saja yang sibuk memasang begol besi angker ditemani sejumlah warga sekitar sambil berbincang.”Memang begitu itu, kalau saya protes, besoknya ada lagi yang kerja, tapi setelah itu hilang lagi pekerjanya seperti bulan lalu. Dah bosam melihat tingkah tukangnya. Saya tau siapa rekanannya dan sudah saya hubungi, tapi tak pernah direspon. Semoga proyek ini selesai tepat waktu,”harapnya.*/
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















