“Bersyukur kepada Allah, karena ini merupakan suatu hal yang membanggakan patut kita apresiasi bersama kepada seluruh kelompok tani yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi hasil pertanian di Kota Dumai, meskipun dengan berbagai kendala yang ada pada masa tanam,” katanya.
Wali Kota Dumai berharap, upaya tersebut selain mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat juga dapat sebagai sarana untuk peningkatan pendapatan masyarakat.
“Saya juga berharap, kepada OPD terkait serta petugas penyuluh pertanian dapat memberikan inovasi-inovasi baru terkait teknologi pertanian dan juga membimbing, merangkum setiap usulan dan aspirasi masyarakat dan para kelompok tani guna memacu peningkatan produksi, produktifitas dan kualitas produk pertanian yang berdaya saing,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala DKPP Kota Dumai, Nurzerwan, SE, M.Si menjelaskan dalam laporannya bahwa terkait pengembangan tanaman padi di Kota Dumai hanya terdapat di dua kecamatan yakni Kecamatan Sungai Sembilan dan Kecamatan Dumai Timur dengan luas penanaman padi pada tahun 2021 seluas 1.197 ha yang terbagi di Kecamatan Sungai Sembilan seluas 1.162 ha dan Kecamatan Dumai Timur seluas 35 ha.
“Di Jl. Melati ini telah ditanami padi seluas ±150 Ha dan lebih kurang 20 ha bisa ditanami 2 kali dalam setahun (IP 200) termasuk yang kita panen hari ini, bahkan di daerah ini pula produktifitas tanaman padi terbesar di Kota Dumai yakni mampu mencapai ± 4,9 ton/Ha diatas produktivitas Provinsi Riau,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















