Nurzerwan menambahkan bahwa varietas yang ditanam di Kota Dumai diantaranya Mari Sejahterakan Petani (MSP), inpari, padi lokal (ramos, kuku balam), jenis pulut dan varietas lainnya.
Lanjutnya, pada tahun 2021 yang lalu Kelompok Tani Tunas Harapan ditunjuk sebagai kelompok penangkaran padi seluas 10 ha sumber dana APBD I Propinsi Riau.
“Insyaallah pada tahun ini akan mendapat alokasi padi Dem Area Budidaya Tanaman Sehat (BTS) seluas 50 ha sumber dana pusat yang terbagi di 2 (dua) Kecamatan yakni di Kecamatan Sungai Sembilan seluas 25 ha dan Kecamatan Dumai Timur seluas 25 ha serta Kegiatan Penangkaran seluas 10 ha sumber dana APBD I,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa produksi padi di Kota Dumai pada tahun 2021 adalah sebesar ± 7.042, 27 Ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 4.418,32 Ton Beras.
“Ini hanya bisa memenuhi 17,5 % kebutuhan beras masyarakat Kota Dumai, sehingga masih sangat besar peluang pasar untuk di Kota Dumai,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















