Tak tanggung, kondisi itu sudah berlangsung sekira pukul 08.00 WIB pagi tadi. Hingga berita ini diterbitkan, debit air masih bertahan pada ketinggian betis orang dewasa. Untuk tidur dan memasak makanan saja, warga sampai kebingungan.
Sesaat menelusuri, Andika mencoba berdiskusi dengan warga, Ketua RT dan RW yang hadir kala itu. Kepada Andika mereka bercerita bahwa aparat Desa terkesan jarang merespon keluhan tersebut.
“Sudah pernah saya laporkan kejadian seperti ini ke Kantor Desa, tapi jawaban mereka selalu sabar dan sabar. Setahun ini, sudah ada 4 kali warga saya alami kejadian ini, tapi tetap aparat Desa tak turun meninjau langsung,” kata Ketua RT001 sembari membilas bagian roda kendaraan di tengah genangan banjir.
Selain (diduga) cueknya pemerintah desa, ia pun menduga bahwa kanal di areal PHR mengalami gangguan hingga aliran air tak tersalur dengan baik. Berjarak sekira 150 meter dari rumah-rumah warga, kanal yang dimaksud diduga meluapkan air saat hujan lebat melanda malam tadi.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















