DURI – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali berada di level tinggi. Berdasarkan pantauan KabarDuri.net pada Minggu (2/8/2026), 1 dolar setara Rp18.029, menunjukkan rupiah masih berada di bawah tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki simpanan dalam bentuk dolar AS.
Dengan kurs mencapai Rp18.029 per dolar, pemilik valas berpotensi memperoleh nilai tukar yang lebih besar saat mengonversi asetnya ke rupiah.
Bagi pelaku usaha, eksportir, pekerja migran Indonesia (PMI), maupun masyarakat yang menerima penghasilan dalam dolar, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk mempertimbangkan penukaran sebagian dana ke rupiah sesuai kebutuhan.

Sebaliknya, masyarakat yang memiliki kewajiban pembayaran dalam dolar, seperti biaya pendidikan di luar negeri, impor barang, atau cicilan berdenominasi dolar, perlu menyiapkan anggaran lebih besar karena nilai rupiah yang melemah membuat biaya menjadi lebih tinggi.
Grafik pergerakan kurs selama satu bulan terakhir juga memperlihatkan dolar AS bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.100, sebelum kembali berada di sekitar level Rp18.029 pada awal Agustus 2026.
Meski demikian, keputusan untuk menukar dolar sebaiknya tetap mempertimbangkan kebutuhan keuangan masing-masing serta perkembangan kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












