DURI – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Riau agar mampu bersaing di pasar global.
Melalui program pendampingan yang berkelanjutan, PHR berhasil mengantarkan Koperasi UMKM Pucuk Rebung yang dipimpin Yuneli (49) menembus pasar Jepang.
Produk-produk olahan khas Melayu Riau yang sebelumnya hanya dipasarkan di tingkat lokal kini berhasil menembus pasar internasional, termasuk Jepang yang dikenal memiliki standar kualitas pangan sangat ketat.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi UMKM Riau. Produk-produk lokal kini tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga hadir di pusat-pusat jajanan di Jepang, sekaligus mengharumkan nama Provinsi Riau di pasar global.
Yuneli mengaku perjalanan menuju pasar ekspor bukanlah hal yang mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari kapasitas produksi yang belum memenuhi standar ekspor, keterbatasan akses ke jaringan pembeli internasional, hingga pemenuhan persyaratan kemasan, keamanan pangan (food safety), dan dokumen ekspor.
“Kami memulainya dengan memperkuat kualitas produk, aktif mengikuti berbagai pameran internasional, business matching, hingga memperkenalkan produk kepada calon buyer dari berbagai negara,” ujar Yuneli, Ketua Koperasi UMKM Pucuk Rebung.
Pendampingan PHR Dorong UMKM Naik Kelas
Yuneli menyebut keberhasilan Koperasi UMKM Pucuk Rebung menembus pasar internasional tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Pengembangan UMKM, Ekonomi, Pemuda, dan Perempuan.
Melalui program tersebut, PHR memberikan pelatihan peningkatan kompetensi pelaku UMKM, memperkuat kelembagaan koperasi, mendukung penyediaan sarana dan prasarana produksi, hingga membuka akses promosi dan jejaring pasar yang lebih luas.
Pendampingan itu membantu para pelaku usaha memahami standar kualitas produk, keamanan pangan, pengemasan, serta berbagai persyaratan yang wajib dipenuhi agar mampu bersaing di pasar ekspor. Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait turut mendukung melalui fasilitasi administrasi dan kelengkapan dokumen ekspor.
“Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kolaborasi berbagai pihak. PHR memberikan pendampingan usaha, peningkatan kompetensi pelaku UMKM, penyediaan sarana dan prasarana produksi, hingga pembukaan akses promosi dan pasar. Dukungan tak kalah penting juga datang dari pemerintah daerah serta instansi terkait dalam fasilitasi kelengkapan dokumen ekspor,” katanya.
Produk Khas Melayu Riau Tembus Jepang
Sejumlah produk unggulan khas Melayu Riau menjadi andalan Koperasi UMKM Pucuk Rebung di pasar internasional. Produk tersebut antara lain Ikan Salai Patin, Pisang Kipas Rajawali, Mi Sagu Bu Tuti, Nastar Sagu, Bandrek Lazuhardy, Emping Alpukat, Buah Naga, Madu Murni, Bakso Olahan, hingga Bumbu Rendang Khas.
Seluruh produk disesuaikan dengan kebutuhan pasar, preferensi konsumen, serta regulasi negara tujuan ekspor.
Untuk memasuki pasar Jepang, koperasi harus melewati proses panjang, mulai dari komunikasi dengan buyer, pengiriman sampel secara bertahap, penyesuaian desain kemasan, hingga memenuhi seluruh persyaratan administrasi ekspor. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui ekspor perdana sebanyak 400 paket Pisang Kipas Rajawali.
Sebelumnya, Koperasi UMKM Pucuk Rebung juga telah melakukan empat kali pengiriman produk ke Malaysia dengan nilai transaksi kumulatif mencapai puluhan juta rupiah.
Optimistis Perluas Pasar Global
Menurut Yuneli, pasar Jepang menjadi tantangan sekaligus pembelajaran karena memiliki standar kualitas yang sangat tinggi.
“Pasar Jepang dikenal memiliki standar yang sangat tinggi. Oleh karena itu, kami menjadikan setiap proses evaluasi sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas.
Kami percaya bahwa mutu merupakan kunci utama agar produk UMKM dapat bertahan dan berkembang di pasar internasional,” ujarnya.
Ke depan, Koperasi UMKM Pucuk Rebung optimistis keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Riau untuk berani memasuki rantai pasok global.
Selain meningkatkan nilai ekspor, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga pelaku UMKM, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing produk khas Melayu Riau di pasar internasional.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












