Karena sub sektor perkebunan sering dihadapkan dengan berbagai persoalan dan kendala seperti soal harga yang tidak stabil, konflik kepemilikan lahan dan masalah lingkungan hidup akan tetapi sub sektor perkebunan masih sangat prospektif di Kabupaten Bengkalis utamanya pada sub penganti migas sebagai salah satu sumber daya alam yang suatu saat potensinya pasti akan habis.
“Untuk itu, kami harapkan kerjasama dari perusahaan untuk membangun pengembangan perkebunan di wilayah Kabupaten Bengkalis dalam memenuhi serta melengkapi perizinan usaha perkebunan sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujar Kasmarni.
Turut hadir pada sosialisasi tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bengkalis H Heri Indra Putra, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Mohammad Azmir, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa H Yuhelmi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bengkalis H Imam Hakim, Narasumber Kegiatan Direktorat Jenderal Perkebunan Miftahul Fahmi dan Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Provinsi Rau Sri Ambar Kusumawati, serta Kepala Perangkat Daerah dan peserta sosialisasi.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















