DURI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto kembali menuai sorotan di wilayah Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
Pasalnya, ditemukan paket makanan untuk siswa yang diduga dibagikan sekaligus untuk tiga hari dengan isi menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang disebutkan.

Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan pada Senin (9/3/2026), salah satu paket MBG yang diterima siswa berisi beberapa jenis makanan, di antaranya satu buah apel, dua hingga tiga roti manis, satu butir telur rebus, serta satu kotak susu kecil yang dibungkus dalam satu paket untuk Tiga Hari.
BGN menyebutkan bahwa anggaran program MBG untuk siswa SMA berkisar Rp15.000 per menu per hari. Jika paket tersebut diberikan sekaligus untuk tiga hari, maka total anggaran yang seharusnya digunakan mencapai sekitar Rp45.000 per siswa.
Namun jika dibandingkan dengan perkiraan harga pasar bahan makanan, isi paket tersebut diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp15.000 hingga Rp24.000.
Rinciannya antara lain apel sekitar Rp4.000–Rp6.000, roti manis Rp6.000–Rp10.000, telur rebus Rp2.000–Rp3.000, serta susu kotak kecil Rp3.000–Rp5.000.
Selain nilai ekonominya yang dipertanyakan, dari sisi gizi paket tersebut juga dinilai belum mencerminkan menu seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi siswa selama tiga hari.
Menu yang dibagikan tidak terlihat mengandung unsur sayuran atau lauk berprotein tambahan yang biasanya dianjurkan dalam standar menu pemenuhan gizi anak sekolah.
Program MBG sendiri dilaksanakan melalui koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Sementara itu dan SPPG juga tidak menerapkan transparansi harga dan Kandungan gizi padahal wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI , Sony Sonjaya, yang menekankan pentingnya pengelolaan program secara tepat dan sesuai standar.
KabarDuri.net telah mencoba mengonfirmasi temuan tersebut kepada firman Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bengkalis terkait dugaan pembagian menu MBG dibundling untuk beberapa hari sekaligus. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi.
Temuan ini pun menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengawasan dan pelaksanaan program MBG di daerah, agar tujuan utama program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah benar-benar dapat tercapai dan Harga paket Satu menu berapa mendadak irit Bicara, Setiap di konfirmasi temui dan Keluh kesah Masyarakat iya tetap memilih Bungkam.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















